Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Pengguna Password Pasaran Jadi Sasaran Kejahatan Siber

Ahad 21 Apr 2019 18:11 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Cyber crime

Cyber crime

Kata sandi yang mudah ditebak jadi celah dalam keamanan siber di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- National Cyber Security Center (NCSC) menemukan bahwa masih banyak pengguna internet menggunakan password yang mudah ditebak. Alhasil, banyak dari mereka yang menjadi sasaran empuk para penjahat dunia maya.

NCSC mengungkap beberapa password yang banyak digunakan para pengguna internet, khususnya di Inggris. Antara lain Liverpool, Blink 182, 123456, 11111, Superman dan qwerty.

"Menggunakan kata sandi yang mudah ditebak di banyak akun adalah celah utama dalam keamanan online orang-orang Inggris," kata Dr Ian Levy, direktur teknis NCSC seperti dikutip dari Independent, Ahad (21/4).

NCSC merilis, setidaknya hampir 42 persen dari 2.500 responden pengguna internet telah menjadi sasaran penipuan online. Dan 15 persen di antaranya mengaku tidak tahu tentang cara melindungi diri dari aktivitas berbahaya online.

Sementara kurang dari 50 persen responden mengatakan, mereka tidak selalu menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda-beda untuk akun email utama mereka. Kata sandi 12345, 123456789 dan qwerty diidentifikasi oleh para peneliti sebagai kata sandi paling umum dilanggar secara global untuk mengakses informasi sensitif.

Password dengan nama "kata sandi" dan "1111111" juga merupakan lima kata sandi teratas yang diakses dalam pelanggaran dunia maya secara global.

Selain itu, banyak pula kata sandi yang menggunakan nama para pengguna. NCSC merilis nama-nama seperti Ashley, Michael, Daniel, Jessica dan Charlie menjadi nama yang paling umum digunakan sebagai kata sandi.

"Kami memahami bahwa keamanan siber dapat terasa menakutkan bagi banyak orang, tetapi NCSC telah memberikan banyak saran yang mudah diterapkan untuk membuat akun Anda jauh lebih aman," ungkap Levy.

Dia mengimbau agar pengguna internet memikirkan ulang penggunaan kata atau angka untuk password. Hindari kata-kata yang mudah ditebak seperti nama depan, tim sepak bola lokal, atau band favorit.

Menurut Levy, menggunakan kata sandi yang sulit ditebak adalah langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari kejahatan dunia maya. Dalam membuat kata sandi usahakan terdiri dari tiga kata acak yang berkesan bagi diri pengguna, sehingga kata sandi tersebut akan mudah diingat oleh pengguna.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA