Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Bahaya, Amazon Echo Bisa Sadap Percakapan Pengguna di Rumah

Selasa 29 May 2018 16:26 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Amazon Echo

Amazon Echo

Foto: amazon.com
Amazon menyatakan peretasan perangkat pintar tersebut amat jarang terjadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi kerap merilis produk pintar tanpa memikirkan risiko keamanan yang akan menimpa penggunanya. Hal inilah yang menjadi celah bagi para peretas untuk beraksi. Belum lama ini, sebuah kisah penyadapan tak disengaja dialami oleh sebuah keluarga yang memiliki speaker pintar Amazon Echo. 

Sang pemilik yang diidentifikasi bernama Danielle mengatakan keluarganya memasang speaker berbasis komando suara tersebut di rumah mereka. Tak dinyana speaker tersebut bisa merekam pembicaraan orang-orang di rumah lalu mengirimkan secara acak kepada pihak lain.

Danielle sekeluarga tentu saja khawatir karena bisa jadi banyak pembicaraan bersifat privat yang bisa didengarkan orang lain. Amazon Echo diketahui telah mengirim pembicaraan di rumah Danielle di Portland Oregon ke rumah pegawai suami Danielle yang berada di Seattle.

Beruntung si penerima pesan memberitahu Danielle untuk segera mencabut speaker yang dibenami asisten pintar bernama Alexa itu. "Kami langsung menonaktifkan speaker itu setelah karyawan suamiku memberitahu bahwa ia menerima rekaman percakapan di rumah kami. Aku merasa batas privasi telah dilanggar. Aku tidak akan menggunakan alat itu lagi karena sudah tidak percaya," ungkap Danielle dilansir dari Dailymail.

Untungnya percakapan yang terekam hanyalah obrolan keluarga tentang alat perawatan lantai. Namun insiden itu menunjukkan bahwa Alexa memata-matai penggunanya. 

Menanggapi hal ini, Amazon mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengurus kesalahan tersebut. Amazon menyatakan mereka sedang memperbaiki sistem.

Raksasa teknologi ini juga menekankan bahwa insiden kebocoran privasi adalah hal yang sangat jarang terjadi. "Kami menangani masalah privasi dengan sangat serius," demikian keterangan yang dirilis perusahaan. 

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, pemilik perangkat pintar hendaknya memperhatikan cara kerja perangkatnya. Mayoritas speaker pintar memiliki tombol fisik untuk mematikan mikrofon.

Dengan menonaktifkan mikrofon, speaker tidak akan bisa merekam pembicaraan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, matikan mikrofon jika pengguna akan membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia atau sensitif.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA