Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Nyawa Seorang Pria di Inggris Diselamatkan Oleh Apple Watch

Senin 28 May 2018 19:30 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Apple watch

Apple watch

Foto: Mashable
Apple Watch merekam detak jantung secara teratur dan menyimpannya di dalam perangkat.

REPUBLIKA.CO.ID, COCKERMOUTH -- Kevin Pearson (52 tahun), hampir kehilangan nyawa seandainya Apple Watch tak menyelamatkannya. Hal itu terjadi ketika ia sedang membaca buku, namun tiba-tiba dirinya mengalami serangan jantung.

''Saya tidak merasakan gejala apa pun, seperti berkeringat atau hal semacam itu,'' kata Pearson, dikutip dari Independent, Senin (28/5).

Saat Apple Watch-nya memberi peringatan, dirinya langung mengukur detak jantungnya. Lalu ketahuan bahwa detak jantungnya turun dan naik drastis dari 135 bpm dan terendah 79 bpm (beats per minute/detak jantung per menit). Beruntung, dirinya tengah berada di rumah sakit, karena janjian dengan ayahnya.

Sehingga, pria asal Cockermouth, Inggris, tersebut, bisa bertanya kepada perawat indikator yang ditunjukan oleh Apple Watch. Karena dirinya sempat mengira bahwa jamnya itu mengalami kerusakan.

Setelah itu, Dokter segera memberitahukan bahwa ada yang kelihatan salah, fibrilasi atrium, di mana jantung berdetak cepat dan tidak teratur . Pearson kemudian segera dipasangi monitor detak jantung , dan ternyata ada gangguan. Ia kemudian pindah ke rumah sakit lokal yang lebih besar.

Apple Watch merekam detak jantung secara teratur dan menyimpannya di dalam perangkat. Sehingga ketika terjadi sesuatu, itu memungkinkan Perason bisa memberikan informasi kesehatan historisnya dengan dokter.

Tanpa arlojinya, Pearson mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menyadari apa yang sedang terjadi. ''Aku tidak merasakan apa-apa. Reaksi awal saya adalah mungkin ada masalah dengan jam. Saya merasa baik-baik saja. Bahkan sekarang, jika aku tidak memakai jamku, aku tidak akan tahu apakah aku sedang mengalami hal serupa,'' jelasnya.

Dokter masih tidak yakin apa yang menyebabkan detak jantung Pearson tidak biasa. Tapi tanda yang sama bisa menjadi indikasi serangan jantung, penyumbatan arteri, atau hal lain yang sangat serius.

Akhirnya, Apple Watch miliknya diatur agar memberi tahunya jika detak jantung melebihi 120bpm. Pearson sampai-sampai menulis ucapan terima kasih kepada Tim Cook atas jamnya. Dia juga berharap lebih banyak orang dapat diselamatkan oleh Apple Watch. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA