Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Ini Bahaya Kebiasaan Mengisi Baterai Gawai Semalaman

Rabu 10 Januari 2018 12:18 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Winda Destiana Putri

Charger ponsel. Ilustrasi

Charger ponsel. Ilustrasi

Foto: Mirror.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Perangkai gawai mungkin menjadi alat elektronik yang tidak dapat terlepas dari jangkauan Anda. Meski telah menemani kegiatan selama seharian penuh, banyak orang yang meletakkan gawainya di tempat yang mudah dijangkau meski saat tidur.

Banyak pula yang memanfaatkan waktu tidur sebagai waktu yang tepat untuk mengisi daya baterai gawai, dengan harapan dapat bertahan lebih lama di keesokan harinya. Nyatanya, kebiasaan tersebut justru akan merusak baterai gawai.

Menurut pakar teknologi, mengisi chip atau baterai sepanjang malam sama saja memaksakan perangkat anda menyerap daya yang berlebih dari kapasitas seharusnya. Pendiri perusahaan pengembang teknologi nirkabel, Hatem Zeine mengatakan, kebiasaan mengisi baterai gawai sepanjang malam juga akan menurunkan daya tahan baterai ponsel.

"Mengisi baterai telepon saat anda tidur sama halnya anda mengisi baterai selama 3-4 bulan dalam setahun. Jadi meski produsen teknologi telah mencoba mengatasinya, namun kebiasaan buruk ini tentu akan tetap menurunkan kapasitas baterai," kata Hatem dilansir laman TLC.

Meskipun begitu, pengguna ponsel cerdas sepertinya dapat bernafas lega. Menurut Pembuat Baterai Anker Edo Campos, ponsel cerdas kini telah dilengkapi chip yang dapat secara otomatis menutup saluran pengisian jika baterai telah terisi penuh. Chip ini juga akan mencegah pengisi daya melepaskan daya lebih dari yang dibutuhkan.

Namun, dengan adanya berita gembira ini bukan berarti anda dapat teris melanjutkan kebiasaan buruk tersebut, karena nyatanya kerusakan pada baterai gawai dapat tetap mengintai. Meskipun kerusakan baterai ini tidak dapat langsung terasa, namun dipastikan akan datang dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun ke depan.

Untuk menghindarinya, para ahli menyarankan untuk berhenti membiasakan menunggu hingga daya baterai anda mendekati 0 persen untuk mengisi ulang baterai. Sebagai gantinya, anda dapat mengisinya saat baterai menunjukkan angka 35 persen hingga 40 persen karena pengisian agar dapat lebih cepat. Terakhir, usahakan perangkat anda tetap dalam kondisi normal dan tidak terlalu panas, karena panas dapat merusak sistem dan perangkat keras gawai.

"Jadi, jangan biasakan meletakkan gawai di bawah bantal atau selimut," kata Edo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA