Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

Samsung Beberkan Alasan Baterai Galaxy Note 7 Meledak

Jumat 09 September 2016 19:13 WIB

Rep: MGROL73/ Red: Winda Destiana Putri

Samsung Galaxy Note 7

Samsung Galaxy Note 7

Foto: GSM Arena

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi para pengguna Galaxy Note 7, disarankan agar berhenti menggunakannya. Bahkan, Samsung telah secara resmi mengatakan hal tersebut kepada pengguna melalui sikap penarikan kembali gawai anyar yang digadang-gadang akan mengalami kesuksesan terbesar tahun ini untuk perusahaan.

Vendor gawai asal Korea Selatan tersebut telah mengumumkan, terdapat 35 kasus yang terlampir secara global terkait masalah yang dialami Galaxy Note 7, yang akan segera diselidiki dan diinvestigasi secara mendalam untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada baterai gawai bersertifikat tahan air tersebut.

Selama Samsung melakukan proses penyelidikan, gawai tersebut malah menjadi pertimbangan federasi penerbangan Amerika (FAA) untuk dilakukan pelarangan penerbangan menggunakan pesawat-pesawat AS. Hal demikian dilakukan FAA, karena baterai yang tersemat, buatan Samsung SDI, mudah mengalami ledakan semasa dilakukan pengisian daya.

Menyusul dengan hal itu, Samsung secara resmi membeberkan hasil penyelidikan yang dilakukan. "Berdasakan hasil dari investigasi kami, kita pelajari adanya masalah terkait dengan susunan sel baterai. Overheat yang dialami baterai dikarenakan adanya kontak anoda ke katoda, yang jarang sekali terjadi pada adanya proses eror pabrikan," dikutip Phone Arena, Kamis (8/9).

Meski banyak konsumen berharap adanya perubahan baterai yang lebih baik, perusahaan asal Negeri Gingseng tersebut belum memberikan terobosan perubahan baterai. Namun, jika ditilik pada gawai-gawai sebelumnya, ada baiknya Samsung menggunakan lagi baterai Li-ion yang telah terbukti cocok dengan produknya.

Hal itu dikarenakn, Lithium memiliki potensi elektronomikal yang tinggi, yang membuat kapasitas anoda lebih tinggi didalamnya. Meski di sisi lain, Lithium juga memiliki potensi reaktifitas yang tinggi dan rentan mengalami panas.

Ketika baterai mengalami overheat, sel-sel pada baterai terbuka, yang membuat kerusakan baterai di dalamnya lebih parah. Masalah itu sering disebut sebagai panas berlebih, yang membuat baterai mudah meledak. Panas berlebih bisa disebabkan karena arus listrik pendek atau cacat desain pada baterai.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA