Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Produsen Gadget Diminta Buat Mode Bedtime

Senin 16 Nov 2015 09:08 WIB

Rep: c04/ Red: Dwi Murdaningsih

Anak dan ibu bermain gadget (ilustrasi)

Anak dan ibu bermain gadget (ilustrasi)

Foto: womanitely.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saat ini para dokter terkemuka di dunia berharap produsen smartphone, tablet dan sejenisnya dapat memiliki mode otomatis yang dapat membantu penggunanya tertidur di malam hari. Salah seorang dokter anak dari Evelina Children Hospital di London, Prof. Paul Gringras berpendapat bahwa mode otomatis tersebut harus dapat menyaring cahaya biru yang dapat menunda jam tidur tubuh hingga malam hari.

 

Menurut penelelitian, cahaya biru baik digunakan di siang hari. Namun, tidak baik digunakan pada malam hari. Sebab, cahaya biru bisa menghambat hormon melatonin yang merangsang rasa rantuk. Alhasil, penggunaan ponsel di malam hari bisa membuat terjaga, bahkan hingga oagi hari. Hal ini menyebabkan seseorang menjadi kurang istirahat atau kualitas tidurnya terganggu.

“Produsen smartphone harus menunjukkan lebih banyak perhatian mengenai hal ini,” ungkapnya, seperi yang dilansir BBC, Senin (16/11).

 

Mode otomatis yang mengatur penggunaan cahaya biru tersebut, berguna untuk membantu tubuh memproduksi hormone melatonin yang dapat merangsang tidur. Sang professor telah banyak melakukan penelitian dengan menganalisa panjang gelombang cahaya biru yang di pancarkan oleh smartphone.

 

“Penggunaan cahaya ini sangat bagus digunakan pada siang hari, namun tidak untuk malam hari. Hal ini dikarenakan cahaya tersebut jika di gunakan pada malam hari justru akan membuat kita terjaga hingga pagi,” lanjutnya.

 

Beberapa aplikasi yang dapat membantu seseorang tertidur, kebanyakan memancarkan cahya biru hijau, dan bukan cahaya biru. Ia berharap ke depannya hal ini dapat menjadi perhatian utama bagi produsen smartphone, agar dapat memperhatikan penggunaan smartphone dari sisi kesehatan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA