Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Jumat, 16 Zulqaidah 1440 / 19 Juli 2019

Bulan Ini, Nokia Luncurkan Smartphone Android untuk Pasar Low End

Rabu 19 Feb 2014 14:13 WIB

Rep: Friska Yolandha/ Red: Mansyur Faqih

Nokia

Nokia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi Nokia Oyj membuat ponsel pintar terbaru yang akan menggunakan sistem operasi milik Google Inc, android. Ponsel tersebut rencananya akan diluncurkan bulan ini.

Ponsel terbaru milik Nokia ini dibuat untuk kalangan menengah ke bawah dengan menyasar negara berkembang seperti India. Seorang sumber yang dekat dengan rencana ini mengatakan, ponsel itu akan diluncurkan di Mobile World Congress di Barcelona pada 24 Februari 2014.

Nokia telah merancang ponsel berbasis android ini jauh sebelum Microsoft Corp mengakuisisi bisnis ponselnya senilai 7,4 miliar dolar AS. Ini merupakan kali pertama Nokia menggunakan sistem android. 

Nokia telah berupaya menggaet kembali pelanggannya dengan meluncurkan Nokia Lumia yang menggunakan sistem operasi Windows Phone. Sayangnya, rencana tersebut gagal lantaran besarnya pengaruh android dalam dunia software

Samsung Electronics Co telah mengambil pasar potensial Nokia dengan sistem ini. Padahal, beberapa ponsel yang dibuat Nokia memiliki biaya produksi dan kualitas lebih tinggi ketimbang Samsung.

Analis menilai positif rencana ini. Android telah menguasai lebih dari setengah smartphone dunia. Tidak ada alasan bagi Nokia untuk tidak ikut dalam arus demi kelangsungan bisnis perusahaan.

"Perusahaan perlu produk low-end baru. Dan basis Windows tidak cocok untuk ponsel murah ini karena biayanya terlalu mahal," ujar analis Pohjola Bank di Helinski, Hannu Rauhala, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (19/2).

Pada saat yang sama, Microsoft tengah memusatkan perhatian pada perangkat Windows Phone agar dapat bersaing dengan Apple iPhone atau Galaxy Samsung. Tidak jelas apakah strategi android merupakan tindakan sementara selama Microsoft melakukan pengembangan pada Windows Phone.

Nokia berbasis android akan berbeda dengan ponsel berbasis serupa lainnya. Pengguna tidak akan bisa mengakses beberapa fitur dan aplikasi android yang dikembangkan Google. Sebaliknya, ponsel ini akan memiliki layanan digital yang dibuat sendiri oleh Nokia dan Microsoft. Termasuk layanan peta Here dan streaming musik Mix Radio.

Tindakan ini sama seperti yang dilakukan Amazon.com Inc. Amazon menggunakan android sebagai basis operasi tabletnya, Kindle. Namun, tablet ini tidak menerima aplikasi dari Google Play App.

Beberapa perusahaan smartphone di negara berkembang juga menerapkan sistem ini. Google sendiri telah memberikan kemudahan bagi ponsel yang ingin memakai sistem tersebut. Aplikasi ini bisa dimodifikasi oleh pengembang.

Terkait akuisisi bisnis ponsel Nokia, Microsoft menyatakan akan menyelesaikannya pada kuartal ini. Diharapkan akuisisi dapat meningkatkan peluang Nokia di pasar negara berkembang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA