Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Tiga 'Antena' Manusia yang harus Dipelihara

Senin 12 March 2018 04:17 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ratusan anggota Persit Cabang III Spersad mengkaji cara berpikir supra rasional, Kamis (8/3).

Ratusan anggota Persit Cabang III Spersad mengkaji cara berpikir supra rasional, Kamis (8/3).

Foto: klinik pendidikan mipa
Ada tiga hal yang harus dijaga manusia agar hidup lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan anggota Persit Cabang III Spersad mengkaji cara berpikir supra rasional, Kamis (8/3). Dihadapan 221 peserta yang memadati lokasi pertemuan, trainer cara berpikir supra rasional Raden Ridwan Hasan Saputra menyampaikan sekapur sirih sebelum memaknai tabungan jiwa dan cara berpikir supra rasional.

Ia berpesan bahwa ada 3 'antena' manusia yang harus dipelihara. Pertama, pola pikir natural melalui panca indera. Manusia yang hanya menggunakan pola pikir natural saja, akan tertinggal oleh peradaban zaman yang saat ini tengah melesat deras.

Kedua, pola pikir rasional dengan menggunakan akal (berpikir). Pentingnya pola pikir ini, jika kita hidup tidak mengunakan akal, maka hidup kita tidak akan berkembang. Salah satu upaya yang perlu dikuatkan adalah dengan berlatih, membaca, dan menganalisis setiap masalah.

Ketiga, melibatkan hati. Pola pikir ada 2 model yaitu hati yang mendapatkan petunjuk dari setan yang disebut supranatural, dan hati yang dapat petunjuk dari malaikat yang disebut suprarasional. Hati yang suprarasional selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap denyut nadi kehidupan.

Ciri orang yang menggunakan pola pikir ini, dalam setiap permasalahan akan mengedepankan hati (mengingat sang pencipta), diolah oleh akal, dan diselesaikan oleh panca indera/fisik.

"Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa jika manusia selalu berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan hanya kepada-Nya tempat kita menggantungkan segala urusan kita, Insyaallah kita akan menjadi orang besar dan manusia yang bermanfaat bagi negara maupun Agama," ungkap Raden Ridwan Hasan Saputra.

Istri dari Aspers, Mayjen TNI Subiyanto secara eksplisit menyatakan bahwa jika anggota Persit dapat mendalami materi ini, maka Insya Allah dapat memberikan tabungan jiwa juga untuk suaminya dalam menghadapi tugas negara. Disamping itu, yang menariknya lagi,  dari cara berpikir tersebut, selain dapat bermanfaat untuk diri sendiri, niscaya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES