Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Sabtu, 7 Zulhijjah 1439 / 18 Agustus 2018

Matematika Itu Sulit? Coba Atasi dengan Cara Ini

Sabtu 03 Februari 2018 16:24 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi pengalaman dengan guru di Banggai.

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi pengalaman dengan guru di Banggai.

Foto: kmp
Semua orang bisa matematika asal mau belajar dan bertemu guru yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGGAI -- Bagaimana cara terbaik yang harus dilakukan agar anak menyukai matematika? Jawaban dari pertanyaan ini pasti sangat dibutuhkan oleh para guru dan orangtua. Sebab, matematika selama ini dianggap pelajaran yang yang ditakuti oleh para pelajar.

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi pengalaman hidupnya yang dituliskan dalam sebuah karya buku Cara Berpikir Suprarasional: Menyelesaikan Masalah dan Mendapatkan Rezeki dari Jalan yang Tak Terduga. Ridwan HS angkat suara ikhwal persepsi bahwa matematika merupakan pelajaran sulit bagi kalangan pelajar.

“Sebagai pendiri Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan telah berkecimpung selama 18 tahun di dunia olimpiade matematika, saya berpendapat bahwa semua orang bisa belajar matematika. Syaratnya, mereka memilikI kemauan belajar yang gigih dan bertemu guru yang tepat," kata dia.

Selanjutnya, Peraih Anugerah Peduli Pendidikan Kemendikbud tahun 2014 ini menjelaskan bagaimana cara supaya anak menyenangi matematika dari sudut pandang suprarasional.  “Pertama, guru dan murid secara berjamaah lebih mendekatkan diri kepada sang pemilik ilmu, yaitu Allah Swt. Jika Hal ini sudah Menjadi komitmen bersama, bukan hal yang mustahil keberkahan ilmu akan terus mengalir pada guru dan murid tersebut,” kata Ridwan HS saat memberikan Materi kajian pengantar pelatihan MNR di hadapan ratusan guru, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kab.Banggai, Sulawesi Tengah, Ahad (28/1).

Kedua, para guru dan murid harus memiliki komitmen merencanakan kesusahan dengan terus belajar dan menggali potensinya masing-masing. Selain itu, permainan matematika dapat diintegrasikan dalam situasi pembelajaran. Kreasikan permainan matematika yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak," kata dia.

photo

Motivator Suprarasional, Raden Ridwan Hasan Saputra berbagi pengalaman dengan guru di Banggai.

Ryky Tunggal Saputra Aji, instruktur KPM yang turut mendampingi Ridwan dalam lawatannya ke Banggai, memaparkan materi pelatihan tentang Metodologi pembelajaran MNR. Di antaranya: masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, pemecahan masalah, dan berhitung matematika dengan metode kotak-kotak.

Pria kelahiran Purwokerto 32 tahun silam ini menegaskan bahwa ilmu suprarasional dan MNR merupakan kombinasi ilmu yang baik. Hal ini telah dibuktikannya sendiri semenjak 5 tahun lalu bergabung di KPM. KPM telah sukses mengantarkan ratusan pelajar Indonesia meraih prestasi yang membanggakan di berbagai kompetisi matematika nasional dan internasional.

Selain antusiasme tinggi yang ditunjukkan peserta, pelatihan ini pun mendapat sambutan positif dari Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kab. Banggai, Jamaludin Mansoba. "Tentunya kita akan manfaatkan Ilmu ini untuk anak-anak kita di pelosok. Harapan kami, acara ini dapat terus berlanjut. Bukan hanya di  jenjang SD, tetapi guru SMP dan guru Taman Kanak-kanak perlu mendapatkan pelatihan serupa,” ujar dia.

Di akhir acara, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kab. Banggai, Anang S Otolua menyambut positif dan memberikan dukungan untuk menindaklanjuti hasil pelatihan kali ini. “Kita memahami bahwa dunia pendidikan kita masih sangat perlu perhatian lebih untuk dibenahi. Saya mengamati, tingkat kesadaran wajib belajar di Banggai masih rendah. Bahkan di level nasional, budaya membaca dan menyukai pelajaran MIPA masih cukup memprihatinkan. Inilah penting yang mendasari kami untuk membuat kegiatan pelatihan ini. Semoga pelatihan ini membawa efek positif bagi masyarakat Banggai." kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA