Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Sharp Indonesia Berencana Ekspor Azan TV ke Malaysia

Kamis 11 Oct 2018 04:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

 Pekerja menyelesaikan perakitan TV LED Sharp di pabrik TV LED Sharp terbaru, Karawang, Jawa Barat.  (Republika/Wihdan)

Pekerja menyelesaikan perakitan TV LED Sharp di pabrik TV LED Sharp terbaru, Karawang, Jawa Barat. (Republika/Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan
Tingkat kepemilikan televisi rendah dibandiingkan jumlah penduduk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sharp Electronics Indonesia berencana akan mengekspor televisi pintar (smart TV) dengan fitur suara azan atau Azan TV ke Malaysia, selain mengincar pasar domestik.

"Sementara ini Azan TV di (pasarkan) Indonesia dulu, lihat bagaimana penjualan di sini dulu," kata CEO PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Tadashi Ohyama di Jakarta, Rabu (10/10).

Namun, dalam rencana pengembangan Azan TV yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat itu, ia akan ekspansi ekspor ke Malaysia yang penduduk Muslimnya juga mayoritas seperti Indonesia. Sebelumnya, untuk meningkatkan penjualan, Sharp Indonesia juga memproduksi dan memasarkan mesin cuci tabung hijab dan lemari es halal.

Produk tersebut, menurut Senior GM Penjualan Domestik SEID Andry Adi Utomo, telah mampu mendongkrak penjualan lemari es di Indonesia. "Penjualan lemari es tumbuh 20 persen dibanding tahun lalu. Bila tidak ada trigger lemari es halal, paling tumbuh 5-10 persen," katanya.

Keberhasilan lemari es halal mendongkrak penjualan itu, ingin diulangi Sharp Indonesia melalui Azan TV. "Tahun ini kami menargetkan bisa memiliki pangsa pasar sebesar 20,2 persen dari total pasar televisi di Indonesia, dan pada 2019 mencapai 25 persen pangsa pasar," ujar Andry.

Pasar televisi di Indonesia pada 2018 diperkirakan sekitar tiga juta unit. Sebuah angka, yang menurut Ohyama, masih menunjukkan tingkat kepemilikan televisi yang rendah dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 220 juta jiwa.

"Potensi pasar televisi di Indonesia masih sangat besar, karena penetrasinya masih rendah," ujarnya.

Sharp Indonesia memiliki basis produksi televisi di Karawang, Jawa Barat. Pada Agustus 2018 ini telah memproduksi televisi LED yang ke empat juta unit, terhitung sejak perusahaan elektronik asal Jepang itu mulai produksi televisi layar datar pada 2010.

Pada 2014, Sharp Indonesia menghentikan produksi televisi tabung (CRT TV) dan fokus memasarkan televisi layar datar LCD/LED. Sejak 1971 sampai 2014, Sharp telah memproduksi 17,8 juta televisi tabung.

"Ke depan kami akan terus mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan lokal, terlepas dari apa pun perkembangan ekonomi dunia," kata Eksekutif Managing Officer Sharp Corp Yoshihiro Hashimoto.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA