Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Teknologi 'e-skin' Bisa Ukur Detak Jantung

Jumat 23 Februari 2018 09:31 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

E-Skin

E-Skin

Foto: Dailymail
Alat sensor tersebut cukup dipasang pada kedua tangan.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO.- Kulit elektronik atau electronic skin semakin dikenal dengan istilah 'e-skin'. Teknologi terbaru dalam dunia medis tersebut kini bisa digunakan manusia untuk mengetahui detak jantung penggunanya.

Dilansir melalui Engadget, e-skin dapat mengukur detak jantung dan mengetahui kesehatan pemakainya. Para peneliti dari Universitas Tokyo, Jepang, tengah mengembangkan e-skin lebih luas.

Alat sensor tersebut cukup dipasang pada kedua tangan. Pengguna bisa melihat hasil detak jantung dan kesehatan terbaru dari tubuhnya melalui punggung tangan. Hasil tersebut akan muncul di punggung tangan, seperti meliihat pada layar kaca ponsel.

Sensor e-skin menggunakan nanomesh electrode yang sangat nyaman dan berbahan lentur. Alat dipadu dengan micro LED sehingga bisa mengeluarkan cahaya menunjukkan hasil kesehatan penggunanya. Untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, cukup lihat punggung tangan saja. Sensor juga bisa terkoneksi dengan ponsel pintar untuk transmisi data yang tersimpan di dalam cloud.

Sebelumnya, e-skin sudah populer tetapi tidak nyaman dipakai. Material yang lentur membuatnya cepat rusak ketika terpapar udara atau terusap secara tak sengaja. Sensor juga hanya bisa bertahan maksimal satu minggu. Manufaktur e-skin tidak menggunakan teknik cukup nyaman sehingga harganya memang tergolong murah.

Teknologi terbaru yang dikembangakan Dai Nippon Printing menawarkan kualitas produk berbeda. Sensor e-skin bisa bertahan selama tiga tahun, serta proses produksi yang sudah ditingkatkan. Rencanya, e-skin akan diproduksi dalam jumlah besar dan berguna bagi pasien rumah sakit yang menjalani rawat jalan di rumah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA