Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

ITS Rancang Teknologi Medis Pemantau Kondisi Vital Pasien

Selasa 13 February 2018 14:35 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Winda Destiana Putri

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Invisimos ini belum bisa dipasarkan karena masih dalam tahap penyempurnaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuat gebrakan teknologi medis yang memungkinkan tenaga medis memantau kondisi vital pasien setiap waktu. Alat yang diberi nama Invisimos tersebut, mampu memantau kondisi pasien setiap waktu, dengan menggunakan alat pemantauan tanda vital terintegrasi.

Salah seorang tim peneliti Invisimos Ketut Eddy Purnama menjelaskan, Invisimos merupakan teknologi media untuk memastikan kondisi pasien rumah sakit tidak pernah lolos dari pengawasan petugas rumah sakit. "Sehingga bisa diketahui perkembangan kondisinya setiap saat, tanpa harus berkeliling langsung ke masing-masing kamar pasien yang terpisah-pisah lokasi tentunya," kata Ketut di Surabaya, Selasa (13/2).

 

Ketut menjabarkan, selama ini pemantauan kondisi pasien rawat inap masih dilakukan secara manual. Yakni dengan menggunakan Vital Sign Monitor (VSM), di mana tanda vital dari pasien akan ditampilkan secara terus menerus oleh VSM.

 

"Sehingga dokter dan perawat harus berkeliling ke tiap kamar pasien untuk mencatat data yang ditampilkan VSM," ujar Ketut.

 

Kepala Departemen Teknik Komputer ITS ini mengungkapkan, cara manual tersebut memiliki banyak kekurangan. Misalnya, banyaknya pasien dan ruang rawat inap di sebuah rumah sakit menyebabkan kondisi darurat pada tiap pasien tidak bisa diketahui dengan segera.

 

"Sehingga sering terjadi penanganan pasien yang terkesan terlambat akhirnya," kata Ketut.

 

Ketut mengungkapkan, permasalahan tersebut pula lah yang mendorong dirinya bersama tim peneliti lain yang terdiri dari Eko Setijadi (Teknik Elektro), Arief Kurniawan (Teknik Komputer), dan Arman Hakim Nasution (Manajemen Bisnis) untuk menciptakan Invisimos. Berbeda dengan VSM konvensional, alat ini memungkinkan tenaga medis di ruang jaga agar terus bisa memantau kondisi vital tiap pasien tanpa lagi harus keliling terlebih dahulu.

 

Hal ini, jelas Ketut, karena Invisimos memiliki port luaran yang dapat mengirimkan data vital sign pasien secara real-time. Sehingga dokter jaga dan perawat jaga dapat mengevaluasi kondisi pasien lebih cepat dari ruang jaga.

 

"Jika terdapat kondisi darurat, tenaga medis juga bisa langsung tahu dan segera bertindak tanpa dipanggil," ujar Ketut.

 

Menurutnya, sistem ini sangat diperlukan sebagai penunjang pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit yang kekurangan tenaga kerja. Sebab, dengan pemantauan kondisi pasien yang cepat dan akurat, layanan terhadap pasien tentunya dapat lebih ditingkatkan.

 

Meski begitu, lanjut Ketut, Invisimos ini belum bisa dipasarkan karena masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, dalam waktu dekat, Invisimos akan melangkah ke tahap pengembangan untuk menjadi perangkat nirkabel.

 

"Sekarang sedang dalam tahap pendaftaran hak paten, dan kami harap alat kami dapat dikembangkan lagi ke depannya," kata Ketut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA