Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Pembaruan Baterai Apple akan Buat iPhone Mirip Android

Ahad 21 Januari 2018 12:42 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Winda Destiana Putri

iPhone

iPhone

Foto: Flickr/Brian Wilkins
Pengguna ditawarkan pilihan dan fleksibilitas untuk menyesuaikan pengaturan yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple benar-benar sangat menyesal telah memperlambat iPhone lama dengan baterainya. Sebagai gantinya perusahaan tersebut akan membuat pembaruan yang bisa membuat pengguna mengaktifkan atau menonaktifkan optimasi kinerja.

Pembaruan perangkat lunak tersebut akan menjadi cara yang bagus untuk menenangkan massa yang marah, namun, bisa jadi ini juga ide yang buruk. Sebuah wawancara dengan ABC News, CEO Apple Tim Cook meminta maaf untuk komunikasi buruk perusahaan mengenai fitur manajemen daya iOS yang mencuatkan kinerja iPhone untuk mencegah agar telepon tidak matikan secara tidak sengaja akibat baterai lama.

 

Perancangan power-tweak yang ada di dalam iOS mungkin telah dilakukan dengan baik, namun, seiring kemarahan konsumen dan lusinan tuntutan hukum yang meningkat, Apple melakukan kesalahan. Pengguna iPhone yang tidak hanya kesal Apple memperlambat perangkat mereka. Mereka marah karena perusahaan itu tidak transparan mengenai hal itu.

 

"Ketika kita melakukannya, kita memang mengatakannya, tapi saya rasa tidak banyak orang yang memperhatikan dan mungkin sebaiknya kita juga lebih jelas. kami sangat meminta maaf kepada siapapun yang berpikir kami memiliki motivasi lain, motivasi kami selalu menjadi pengguna. Pengguna berada di pusat segala hal yang kami lakukan," kataCook dikutip dari Mashable, Ahad (21/1).

 

Pembaruan perangkat lunak yang akan datang akan menjadi mekanisme pengiriman, yang diluncurkan pertama kali melalui pengembang beta bulan depan. Langkah tersebut akan dilakukan secara transparan dan menjadi sebuah keputusan pertama kali bagi Apple.

 

Cook juga mengatakan, pembaruan akan menampilkan memberitahu yang menyatakan mengurangi kinerja dengan jumlah tertentu agar tidak melakukan restart yang tidak terduga. Jika pengguna tidak menginginkannya, mereka dapat mematikannya.

 

Dengan semua itu, merupakan kemenangan besar bagi konsumen. Untuk sekali ini, Apple memberi pengguna cara untuk mengendalikan bagaimana fungsi inti dari iPhone.

 

Bahkan, menambahkan pengaturan seperti itu membuat iPhone seperti Android. Pengguna ditawarkan melakukan pilihan dan fleksibilitas untuk menyesuaikan pengaturan bagi fitur-fitur yang ada, seperti resolusi layar akan mempengaruhi kinerja dan masa pakai baterai.

 

Dengan pembaruan yang akan datang, alih-alih iPhone menyesuaikan kinerjanya secara otomatis untuk memenuhi daya tahan baterai, justru keputusan itu tergantung pada pengguna untuk mengelola setelan mereka. Memepercayakan pengguna untuk mengelola setelan ini tidak akan memperbaiki apa pun.

 

"Kami tidak merekomendasikannya, karena kami pikir iPhone orang sangat penting bagi mereka, dan Anda tidak akan pernah tahu kapan ada sesuatu yang begitu penting," ujar Cook.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA