Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

UMMARA Luncurkan Generator Canggih Tanpa Baterai

Ahad 22 February 2015 18:14 WIB

Rep: Heri Purwata/ Red: Ilham

Sejumlah colokan untuk pengisi baterai telepon disambungkan ke generator di media center

Sejumlah colokan untuk pengisi baterai telepon disambungkan ke generator di media center

Foto: Wired

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Yayasan Umat Makmur Sejahtera (UMMARA), meluncurkan generator tanpa bahan bakar dan baterai torium pada Sabtu (21/2), kemarin. Dua peralatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat diluncurkan di Komplek Candi Ratu Boko, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penemu dua alat penghasil listrik tersebut, Dicky Zaenal Arifin menjelaskan, komponen generator ini ada dua motor dan dua baterai. Keduanya merupakan pembangkit listrik yang bisa mengisi baterai. Bila salah satu baterai lemah, maka pasangan motor dan baterai lain berfungsi mengisi baterai yang lemah. 

"Begitu seterusnya, sehingga daya tidak habis-habis," kata Dicky kepada wartawan di Komplek Candi Ratu Boko, Sleman, Sabtu (21/2).

Penemuan generator tanpa bahan bakar, kata Dicky, sudah cukup lama. Namun, dirinya baru mengekposenya di bulan Februari 2015 ini. Sedang baterai torium merupakan baterai yang tebuat lingkaran alumenium dan diisi dengan torium atau bagian dari nuklir. Dalam lingkaran almunium diisi dengan perasan jeruk sehingga torium bisa menghasilan listrik. 

"Lampu di baterai torium ini sudah lebih dari tiga bulan, tidak mati-mati. Diharapkan kedepan, baterai ini akan menggantikan baterai yang ada saat ini," kata Dicky.

Menurut Dicky, alat ini sengaja diciptakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selama ini rakyat terus dijadikan sapi perahan para konglomerat dan tanpa bisa berbuat banyak. "Kini saatnya, untuk bergerak agar umat sejahtera, bukan para konglomerat yang menikmati kekayaan," katanya.

Sementara Iwan Mulyawan, Penanggungjawab Yayasan UMMARA mengatakan, yayasan ini bergerak di bidang kemandirian masyarakat dengan strategi pembinaan komunitas. Berdiri secara resmi 17 Oktober 2014 lalu. "Aktivitasnya, sejak tahun 2011 dengan tiga program utama, umat sehat, umat mandiri dan umat lestari," kata Iwan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA