Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Mahasiswa BSI Pelajari Teknologi Startup dari UBER Indonesia

Sabtu 10 December 2016 19:49 WIB

Red: Irwan Kelana

 Lead Marketing Manager UBER Indonesi memberikan bekal cara pembuatan bisnis rintisan kepada mahasiswa Prodi Manajemen Informatika AMIK BSI.

Lead Marketing Manager UBER Indonesi memberikan bekal cara pembuatan bisnis rintisan kepada mahasiswa Prodi Manajemen Informatika AMIK BSI.

Foto: Dok BSI

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika (Prodi MI) Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK BSI) semester satu se-Jabodetabek mendapatkan kesempatan mempelajari teknologi yang digunakan perusahaaan rintisan (startup) UBER Indonesia. Kegiatan yang dikemas  dalam bentuk workshop teknologi yang diselenggarakan Prodi MI AMIK BSI bekerja sama dengan UBER Indonesia ini dilaksanakan di Aula kampus BSI Salemba 22 Jakarta, Jumat (9/12/2016).

Workshop yang mengusung tema  “How to build your startup”  ini menghadirkan Gia Adhika, Lead Marketing Manager UBER Indonesia sebagi pembicara utama.

Gia mengajak mahasiswa BSI untuk memulai mencari ide, sebagai langkah awal membangun perusahaan startup. “Ide dapat ditemukan di sekeliling kita atau di lingkungan tempat kita bekerja atau tinggal,”  kata Gia.

Selain itu, Gia juga memaparkan pengalaman usaha dan pemasarannya melalui digital marketing yang dilaksanakan UBER di Indonesia. Yakni, menjelaskan aktivitas digital marketing yang terus berinovasi dalam menjaga keberlangsungan perusahaan UBER Indonesia. “Oleh karena itu, kreativitas tanpa batas sangat dibutuhkan dari awal merintis hingga saat ini,”  kata Gia.

Gia menambahkan, persaingan usaha startup saat ini karena banyaknya kebutuhan pengguna yang semakin bertambah. Pada prinsipnya, perusahaan startup yang bergerak di bidang information technology (IT) bahwa inovasi adalah wajib. Kalau tidak mau berinovasi, maka perusahaan startup tersebut akan ditinggalkan oleh para penggunanya.

“Saat kita memiliki ide, kita harus segera ‘action’, jangan hanya dipikirkan saja. Istilahnya NATO (No Action Talk Only). Bisa saja ide tersebut adalah ide yang brilian yang lahir dan dapat menjadi tren IT terbaru,”  ujar Gia

Walaupun UBER salah satu perusahaan Amerika, lanjut Gia, namun dalam kegiatan pemasarannya tetap sesuai dengan nilai lokal masyarakat Indonesia. “Sehingga,  nilai ini dapat menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan startup aplikasi transportasi online lainnya yang saat ini berkembang di Indonesia,” tutur Ghia.

Selain itu, Gia juga memberikan saran kepada mahasiswa Prodi MI AMIK BSI, agar tidak pernah berhenti belajar mengenai IT. Karena sejatinya perkembangan IT sangatlah cepat, inovasi di dunia IT juga akan terus berkembang. “Ketika mau membuat perusahaan startup, upayakan usaha tersebut dapat bermanfaat untuk orang lain maupun untuk bangsa Indonesia,”  tambah Gia.

Panitia Pelaksana Irma Afrianti mengatakan,  workshop teknologi tersebut merupakan kegiatan rutin Prodi MI AMIK BSI setiap semester yang merupakan pengayaan kurikulum untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa BSI. “Materi workshop yang didapatkan mahasiswa, sebagai bekal untuk membuka wawasan mereka tentang tren teknologi yang saat ini sedang berkembang. Sehingga,  mahasiswa BSI mampu berinovasi dan termotivasi untuk membuka usaha sendiri sebagai alternatif, selain bekerja di perusahaan teknologi yang telah ada,”  kata Irma.

Workshop teknologi tersebut  juga diselanggarakan di BSI kampus Cengkareng, Tangerang,  pada Senin (5/12/2016), BSI kampus Kaliabang, Bekasi,   Kamis (8/12/2016), BSI kampus Bogor, Selasa (13/12/2016), dan  akan  ditutup di BSI kampus Karawang, Kamis (15/12/2016).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB