Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Mahasiswa Didorong Siap Masuki Era Digital

Kamis 13 September 2018 22:05 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah mahasiswa menggunakan fasilitas perpustakaan digital saat peresmian perpustakaan digital di Gedung Digital Library Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (13/7).

Sejumlah mahasiswa menggunakan fasilitas perpustakaan digital saat peresmian perpustakaan digital di Gedung Digital Library Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (13/7).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Era digital menawarkan peluang penjualan konten dan aplikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong kalangan mahasiswa siap memasuki era digital yang menawarkan peluang di bidang ekonomi seiring dengan maraknya penjualan konten dan aplikasi. Sekretaris Ditjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo R. Susanto di Palembang, Kamis (13/9), mengatakan, transaksi bisnis berbasis aplikasi yang semakin menjamur merupakan salah satu indikator perkembangan ekonomi digital saat ini.

Dia mengatakan, era digital yang bergantung pada optimalisasi konten dan aplikasi harus ditopang dengan infrastruktur yang kuat dan spektrum frekuensi adalah salah satu infastruktur jaringan yang harus disiapkan.   

"Pemerintah mendorong generasi muda untuk mempersiapkan perubahan-perubahan dari era dan konvensional menjadi era digital. Aplikasi dan konten hanya bias berjalan bila infrastruktur jaringannya diperkuat," ujar Susanto kepada wartawan usai membuka kegiatan Diskusi Interaktif "Frequency Goes to Campus" di Auditorium Universitas Tridinanti Palembang.   

Susanto mengatakan sebagian besar masyarakat masih belum memahami apa yang dimaksud dengan spektrum frekuensi. Pemerintah sebagai regulator di bidang frekuensi mengajak generasi muda untuk bisa menjadi bagian pengembangan road map di bidang frekuensi radio.   

"Kami juga mendorong generasi muda juga memahami dan ikut menjaga tertib penggunaan frekuensi dan perangkat telekomunikasi yang ada di Indonesia," kata dia.  

Diskusi Interaktif Frequency Goes to Campus diikuti lebih dari 600 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang dengan menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di bidang spektrum frekuensi.  

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana, Staf Ahli Menteri Kominfo, Freddy H Tulung, Tenaga Ahli Riset dan Metodologi, Otho Hernowo Hadi, Kepala Subdirektorat Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Aryo Pamoragung dan Kepala Balai Monitor Kelas I Palembang Muhammad Sopingi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA