Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Google akan Bersih-Bersih Aplikasi di Play Store

Ahad 29 Jul 2018 11:09 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani

Google

Google

Google akan membersihkan lebih banyak aplikasi yang dianggap tidak layak.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Google akan menyaring semua aplikasi yang terdapat di Play Store. Aturan terbaru yang pekan ini dirilis dalam Kebijakan Perusahaan mengindikasikan bahwa Google akan membersihkan lebih banyak aplikasi yang dianggap tidak layak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya penambang mata uang kripto hingga aplikasi yang menjual senjata dan aksesorisnya.

Aplikasi yang bertujuan mengelabui anak-anak untuk mengunduh konten dewasa juga akan disingkirkan. Begitu pula dengan aplikasi yang menjual barang-barang atau jasa yang berhubungan dengan klenik.

Dikutip dari Tech Crunch, langkah serupa Google itu sudah diterapkan lebih dulu oleh Apple pada Desember tahun lalu. Google selama ini memang dikenal lebih toleran memfasilitasi unduhan aplikasi. Namun kini perusahaan yang berbasis di Mountain View, California tersebut memberlakukan aturan yang lebih ketat.

Dalam rilis kebijakan terbaru, Google Play menjelaskan siapa saja yang akan terkena efek aturan ini. "Google tidak mengizinkan aplikasi yang menciptakan peralatan otomatis, jasa klenik, atau berbasis template dan dimasukkan ke Google Play oleh operator yang bersembunyi di balik layanan lain. Aplikasi hanya diizinkan apabila dirilis oleh akun pengembang individual yang sudah diregistrasi, bukan operator layanan," demikian bunyi kebijakan anyar tersebut.

Poin-poin yang lebih lengkap dapat dibaca di laman https://play.google.com/about/developer-content-policy-print/. Di balik kebijakan tersebut, Google punya alasannya sendiri. Pada musim semi tahun ini, Chrome Store telah memblokir aplikasi-aplikasi penambang cryptocurrency sehingga Google Play pun mengikutinya. Aplikasi penambang itu diblokir karena kerap disalahgunakan tanpa sepengetahuan pengguna aplikasi.

Aplikasi penjualan atau perakitan senjata dan aksesorisnya pun dilarang tampil di Play Store. Ini lantaran di Amerika Serikat kasus penembakan di sekolah atau tempat-tempat umum cukup banyak terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA