Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Toyota Suntik Dana Rp 14,1 Triliun ke Grab

Kamis 21 Juni 2018 14:14 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Peluncuran GrabCar Lamborghini di Jakarta, Rabu (21/10).  (Republika/Agung Supriyanto)

Peluncuran GrabCar Lamborghini di Jakarta, Rabu (21/10). (Republika/Agung Supriyanto)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Toyota dan Grab akan fokus kembangan Toyota Mobility Service Platform (MSPF)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mobile platform O2O di Asia Tenggara Grab Holdings Inc (Grab) mengumumkan kesepakatan dengan Toyota Motor Corporation. Perusahaan asal Jepang itu akan menginvestasikan 1 miliar dolar AS atau Rp 14,1 triliun (Rp 14.100 per dolar AS) di Grab sebagai investor utama dalam putaran pendanaan terbaru Grab. 

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Grab dan Toyota akan memperkuat dan mengembangkan kolaborasi mereka yang telah terjalin lewat mobil terhubung. Tujuannya mendorong adopsi berbagai solusi mobilitas baru di seluruh Asia Tenggara. Transaksi itu akan dilakukan setelah beberapa syarat terpenuhi.  

President of Grab Ming Maa mengatakan, investasi Toyota tersebut merupakan investasi terbesar produsen otomotif dalam sektor ride-hailing secara global, dan membawa Grab semakin dekat mencapai visinya menjadi platform mobilitas terpadu satu pintu atau one-stop mobility platform. Grab, kata dia, berencana menciptakan jaringan transportasi lebih efisien bersama para rekanannya guna mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Asia Tenggara.

Dengan begitu, menjadikan mobilitas semakin mudah diakses untuk semua kalangan masyarakat. Sekaligus meningkatkan pendapatan mitra pengemudi sehingga mereka dapat naik ke kelas sosial yang lebih baik. 

Ia menjelaskan, investasi Toyota ini juga memungkinkan Grab untuk mengembangkan ragam layanan O2O yang dimilikinya, seperti GrabFood dan GrabPay, secara lebih luas di wilayah tersebut. Grab kini beroperasi di 217 kota di delapan negara di Asia Tenggara serta menawarkan layanan transportasi aman juga terjangkau, pengantaran makanan dan paket, pembayaran mobile, serta layanan keuangan melalui aplikasi Grab. 

“Sebagai pemimpin global dalam industri otomotif, investasi Toyota di Grab berdasarkan kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan kami dalam mendorong solusi-solusi mobilitas terbaru dan mengembangkan layanan-layananO2O mobile. Di antaranya GrabFood dan GrabPay, di kawasan Asia Tenggara," tutur Ming Maa melalui siaran pers yang diterima Republika.co,id, Kamis, (21/6).

Grab, kata dia, merupakan startup Asia teknologi pertama  yang telah mencapai estimasi pendapatan masa depan (run rate revenues) yang melebihi 1 miliar dolar AS. Dengan basis pengguna yang telah mengunduh aplikasi Grab mencapai lebih dari 100 juta. 

"Pertumbuhan pesat pengguna dan pendapatan yang pesat merupakan bukti dari kemampuan kami untuk melakukan pendekatan secara hyper-local, mengeksekusi rencana secara efisien dan menyediakan platform yang paling efisien sesuai diverfisikasi kawasan Asia Tenggara. Kami bangga didukung oleh para pemimpin industri seperti Toyota, Uber, Didi dan Softbank," katanya.  

Toyota Executive Vice President and President of Toyota’s in-house Connected Car Company Shigeki Tomoyama juga mengaku gembira atas kolaborasi tersebut. "Kedepannya, Bersama Grab, kami akan mengembangkan sejumlah layanan yang lebih menarik, aman dan terjamin bagi seluruh pengguna kami di Asia Tenggara," ujarnya. 

Dirinya menjelaskan, Grab akan bekerjasama dengan Toyota untuk mengembangkan layanan mobil terhubung dalam Toyota Mobility Service Platform (MSPF) yang dapat memperkaya pengalaman mitra pengemudi Grab. Grab dan Toyota nantinya meluncurkan layanan mobil terhubung, seperti asuransi berbasis telematika, yang akan mengurangi biaya premi asuransi demi keselamatan mitra pengemudi Grab lebih baik.

Untuk meningkatkan kolaborasi strategis dengan Grab, salah satu eksekutif Toyota akan ditunjuk sebagai jajaran direksi Grab dan anggota tim khusus Toyota akan mendukung Grab sebagai executive officer. Grab dinilai sebagai salah satu platform O2O yang paling sering digunakan di Asia Tenggara.

Kini, aplikasi Grab telah diunduh di lebih dari 100 juta perangkat, memberikan penumpang akses ke lebih dari 6,6 juta mitra dan agen, dan armada transportasi darat terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan lebih dari 6 juta perjalanan setiap harinya. Grab menawarkan jenis layanan transportasi on-demand terbesar selain pengantaran makanan dan paket. 

Layanan pesan-antar makanan, GrabFood, merupakan layanan pengantaran makanan yang beroperasi di Malaysia, Singapura, Vietnam, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Grab Financial meningkatkan akses ke layanan pembayaran non-tunai bagi jutaan pengguna Grab di seluruh Asia Tenggara dan menghubungkan masyarakat yang belum dan tidak memiliki akses keuangan dan perbankan. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA