Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Thursday, 7 Rabiul Awwal 1440 / 15 November 2018

Uber Luncurkan Layanan Berbagi Sepeda di AS dan Eropa

Kamis 07 Jun 2018 15:15 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Uber Taksi

Uber Taksi

Foto: Google
Kemunculan Sepeda Uber dinilai akan mendapat tanggapan kurang baik di wilayah Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Dalam dua bulan sejak Uber membeli startup bike-share, Jump, perusahaan telah diluncurkan di beberapa kota di AS, dan sekarang resmi meluncur ke Eropa. Di panggung di Konferensi NOAH di Berlin, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengumumkan, perusahaan akan memperluas jangkauan di luar wahana taksi tradisionalnya dengan rencana untuk menggelar penyewaan sepeda listrik di ibu kota Jerman pada akhir musim panas, dengan lebih banyak lagi kota Eropa ke depannya.

Langkah ini sedikit menimbulkan pesimistis, mengingat kota-kota di Eropa sudah dibanjiri sepeda dari layanan berbagi sepeda elektronik seperti Obike, Limebike, dan Ofo. Berlin memiliki lebih dari 18 ribu sepeda dari delapan perusahaan yang berbeda.

Mereka mungkin menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil yang menggunakan bensin. Namun, yang menjadi masalah sepeda adalah, ketika selesai digunakan, sepeda ditinggalkan oleh pengendara mereka, dan seringkali ditinggalkan di trotoar, dibuang di taman, atau mereka menjadi target vandalisme.

Lalu ada reputasi Uber yang kurang bagus di seluruh Eropa. Saat ini, perusahaan sedang melawan otoritas transportasi London setelah melarang perusahaan berbagi-tumpangan beroperasi di kota.

Uber dicabut izinnya untuk beroperasi karena kurangnya tanggung jawab perusahaan, termasuk gagal melaporkan pelanggaran pidana seperti serangan seksual, menurut pihak berwenang Inggris. Di tahun sebelumnya, Uber menarik layanannya dari banyak negara Eropa lainnya, termasuk Bulgaria dan Denmark, setelah perusahaan gagal memenuhi peraturan taksi yang sudah ada di negara masing-masing.

Uber menyebut dirinya sebagai platform komunikasi dan bukan layanan berbagi-tumpangan. Sehingga mereka berhasil menghindari banyak aturan dan peraturan yang berlaku untuk layanan tumpangan tradisional seperti taksi.

Ini semua menyebabkan bentrokan tidak hanya dengan otoritas transportasi lokal, tetapi juga dengan kelompok-kelompok vokal pengemudi taksi lokal. Puluhan supir taksi Jerman berdiri di luar pusat konvensi Berlin hari ini, sambil melambai-lambaikan tanda-tanda tertulis dengan 'Uber go Home'.

Langkah Uber untuk membawa sepeda ini ke Eropa, bersama dengan pengumuman perusahaan untuk meluncurkan layanan mobil listrik Uber Green akhir tahun ini. Ini terlihat seperti langkah untuk memenangkan kembali pasar Eropa yang ramah lingkungan. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA