Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Facebook Tutup 583 Juta Akun Palsu

Rabu 16 May 2018 12:58 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Friska Yolanda

Facebook

Facebook

Foto: EPA
Banyak akun memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan konten berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA -- Facebook telah menutup 583 juta akun palsu pada kuartal pertama 2018. Penutupan ini karena besarnya skala penyalahgunaan di platform tersebut. Ada banyak konten berbahaya yang dipublikasikan dan dibagikan di Facebook.

Sikap itu dilakukan karena Facebook telah dikritik dengan tuduhan itu telah membantu mengubah jalannya pemilihan dan memungkinkan perilaku kriminal. Sebanyak 837 juta konten spam itu ditutup antara Januari dan Maret tahun ini.

Facebook mengatakan, hampir 100 persen konten ini ditemukan dan dihapus sebelum dilaporkan. Selain itu, 583 juta akun palsu dihapus, sebagian besar dari akun-akun tersebut dinonaktifkan dalam beberapa menit setelah diaktifkan.

Wakil presiden Facebook dari manajemen produk, Guy Rosen menyatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan alat deteksi tersebut. Sebab, lanjutnya, sebagian teknologi seperti kecerdasan buatan, masih bertahun-tahun lagi efektif untuk sebagian besar konten buruk karena konteksnya sangat penting. 

"Misalnya, kecerdasan buatan belum cukup baik untuk menentukan apakah seseorang mendorong kebencian atau menggambarkan sesuatu yang terjadi pada mereka sehingga mereka dapat meningkatkan kesadaran akan masalah tersebut," kata Rosen, dikutip dari Independent, Rabu (16/5).

Selain itu, lanjutnya, di banyak area, apakah itu akun spam, pornografi, atau palsu, Facebook melawan musuh canggih yang terus mengubah taktik untuk menghindari kontrol perusahaan, sehingga harus terus membangun dan menyesuaikan upaya. "Itu sebabnya kami melakukan investasi besar pada lebih banyak orang dan teknologi yang lebih baik untuk membuat Facebook lebih aman bagi semua orang," ujarnya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA