Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Putra Bangsa Ciptakan Gim Edukasi Bisnis Kelas Dunia

Sabtu 24 Mar 2018 02:40 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Winda Destiana Putri

MonsoonSIM

MonsoonSIM

Foto: Dok: MonsoonSIM
MonsoonSIM merupakan platform pembelajaran lewat pengalaman langsung di bidang studi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apa jadinya bila kita belajar sembari adu kepintaran dengan sebuah robot? Ide inilah yang terlintas di benak Abdy Taminsyah, seorang pengusaha yang berpengalaman dalam bidang pengembangan aplikasi bisnis dan software enterprise.

Pria yang mengenyam pendidikan master of computer engineering dari University of Southern California ini berhasil menciptakan platform pembelajaran berbasis robot yang diberi nama MonsoonSIM. MonsoonSIM (Monsoon Simulation) merupakan platform pembelajaran lewat pengalaman langsung di bidang studi bisnis. Platform pendidikan ini memiliki 350 konsep bisnis yang dapat ditemukan oleh pembelajar melalui simulasi imersif dan kompetitif.

MonsoonSIM dikembangkan pada 2011 dan sudah digunakan sebagai penunjang proses belajar mengajar sejak 2014. Permainan studi bisnis di MonsoonSIM dioperasikan oleh lima robot yakni Jonbot, Oxibot, Anibot, Linbot, dan Polbot. Tiap robot punya keahlian bisnis masing-masing yang akan menantang murid beradu strategi bisnis.

Saat ini MonsoonSIM telah digunakan oleh 42 institusi pendidikan dan 26 ribu pembelajar dari seluruh dunia. Beberapa institusi pendidikan yang telah menggunakan MonsoonSIM di Indonesia, antara lain Telkom Professional Certification Center, Universitas Indonesia, dan Indonesian Banking School.

MonsoonSIM juga telah digunakan institusi pendidikan di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, dan Hongkong. Temasek Polytechnic, Chiang Mai University, Polytechnic University of the Philippines Santo Tomas, Universiti Teknologi Malaysia, Asia Pacific University, serta Deakin University di Australia dan Infocan Training Centre di Hong Kong adalah beberapa di antaranya.

Menurut Abdy, murid akan memperoleh sertifikat bila berhasil mencapai enam Key Performance Index (KPI) tertentu yang sudah didesain dalam sistem MonsoonSIM. "Sertifikat ujian berdasarkan MonsoonSIM telah diakui oleh SAP Southeast Asia sejak 2015 bagi seluruh perguruan tinggi di Asia Tenggara," katanya saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, MonsoonSIM juga memiliki kompetisi MonsoonSIM tingkat internasional yang diselenggarakan tiap tahun dan disponsori oleh SAP Southeast Asia. "Analisa hasil simulasi dengan robot akan memudahkan pengajar dalam memberikan arahan tentang konsep dan logika bisnis di dunia nyata," jelas Abdy.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA