Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Memantau Lokasi Banjir dengan Petabencana.id

Selasa 06 Februari 2018 05:39 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari

Warga menerobos banjir di kawasan Cililitan, Jakarta, Senin (5/2) malam. Banjir yang merendam kawasan tersebut akibat luapan Kali Ciliwung yang merupakan kiriman dari Bendung Katulampa, Bogor.

Warga menerobos banjir di kawasan Cililitan, Jakarta, Senin (5/2) malam. Banjir yang merendam kawasan tersebut akibat luapan Kali Ciliwung yang merupakan kiriman dari Bendung Katulampa, Bogor.

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Platform ini menggunakan manusia sebagai sensor terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan terendam banjir. Untuk dapat mengetahui info terkini seputar lalu lintas dan banjir, warga kerap mengandalkan info yang diunggah oleh akun resmi BPBD atau TMC Polda Metro Jaya. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa peta bencana dapat dipantau melalui petabencana.id.

Dalam keterangan di situsnya tertulis bahwa Petabencana.id memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mengumpulkan, menyortir, dan menampilkan informasi banjir secara real-time. Platform ini merupakan proyek yang diinisiasi oleh Humanitarian Infrastructures Group di MIT. Tujuannya adalah mengembangkan CogniCity Open Source Software (CogniCity OSS) sebagai sebuah platform gratis dan terbuka untuk manajemen kebencanaan di kota-kota besar di Asia Selatan dan Tenggara.

Ada empat kota yang bisa dipantau melalui petabencana.id yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Pada platform ini, ketinggian air ditandai dengan empat warna yang berbeda. Warna merah menunjukkan tinggi air lebih dari 150 sentimeter. Warna oranye menunjukkan tinggi air antara 71 sampai 150 sentimeter. Sedangkan warna kuning artinya tinggi air mencapai 10 sampai 70 sentimeter. Selain itu ada warna ungu yang menunjukkan keterangan 'hati-hati'.

Platform ini menggunakan paradigma 'manusia sebagai sensor terbaik' di mana laporan terkonfirmasi dikumpulkan secara langsung dari pengguna di lapangan. Metode pengolahan data dilakukan dengan cepat dan biaya minimum.

Kerangka kerja ini menghasilkan data real-time dan akurat yang langsung tersedia untuk pengguna dan petugas darurat berwenang. Petabencana.id mengumpulkan, menyortir, dan memvisualisasikan data menggunakan CogniCity Open Source Software, sebuah platform manajemen kebencanaan. Platform ini mengubah kicauan di media sosial dan digital menjadi informasi bagi warga, komunitas, dan instansi pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dimuat dalam petabencana.id, pada pukul 02.17 ada beberapa wilayah dengan keterangan warna merah. Di antaranya wilayah Lenteng Agung, Pejaten Timur, Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Ciliwung.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA