Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Senin, 4 Syawwal 1439 / 18 Juni 2018

Korea Utara Kini Miliki Aplikasi Ponsel Kecantikan

Kamis 18 Januari 2018 17:35 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Winda Destiana Putri

Aplikasi di ponsel. Ilustrasi

Aplikasi di ponsel. Ilustrasi

Foto: Google

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara kini miliki aplikasi kecantikan berbasis ponsel. Aplikasi ini membuat penggunanya bisa mencoba tampilan baru sebelum benar-benar melakukannya.

Meski aplikasi semacam itu sudah umum di negara-negara lain, aplikasi bernama Bomhyanggi 1.0 (Aroma Musim Semi) itu merupakan yang pertama ada bagi pengguna ponsel pintar di Korea Utara. Mengutip laporan DPRK Today pada Kamis (18/1), BBC melansir, aplikasi Bomhyanggi membantu penggunanya mengeksplorasi teknik tata rias apa yang paling cocok untuk mereka dengan mencoba berbagai gaya rias virtual.

Pengembang aplikasi ini, Kyeonghung Information Technology Store mengatakan, aplikasi buatan mereka mendapat ulasan positif dari wanita di Korea Utara. Sebuah laporan yang dimuat harian yang berbasis di Seoul, Daily NK, menyatakan, wanita di Korea Utara makin tertarik dengan produk kecantikan karena drama-drama Korea Selatan yang diselundupkan ke Korea Utara.

Korea Utara sendiri punya dua jaringan ponsel resmi. Namun, menjangkau dunia luar menggunakan ponsel atau internet jaringan global adalah hal mustahil.

Karena itu, aplikasi ponsel buatan lokal yang memuat berita, hiburan, dan produk-produk luar negeri demikian digemari di Korea Utara. Salah satu yang jadi favorit adalah aplikasi sepak bola tiga dimensi yang bisa tersambung ke komputer dan ponsel berbasis Android, Soccer Fierce Battle.

Gim lain yang juga laris di Korea Utara adalah Hunting Yankee. Gim ini adalah gim peperangan dimana tentara Amerika merupakan musuh tokoh utama gim.

Korea Utara juga memproduksi komputer tablet dan ponsel berbasis Android sendiri. Di sana, ada lebih dari 3,5 juta pengguna ponsel pintar.

Dari laporan New York Times, Pyongyang mengimpor ponsel dan berbagai alat elektronik dari Cina dengan memanfaatkan celah sanksi yang Korea Utara terima.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES