Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Tekan Kejahatan, Polisi Inggris Manfaatkan Jejaring Sosial

Senin 01 November 2010 09:01 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: irf

Polisi Inggris

Polisi Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Kepolisian Inggris sadar betul manfaat jejaring sosial guna mempermudah pekerjaan mereka mengungkap kejahatan. Karena itu, metode pelatihan telah disiapkan untuk diberikan pada penyelidik kepolisian. Pelatihan tersebut meliputi kemampuan polisi untuk mengungkap rekam jejak penjahat melalui facebook dan twitter. Tak hanya itu, penyelidik juga diberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan informasi yang berasal dari komputer, ponsel dan alat elektronik lainnya.

Getolnya kepolisian Inggris untuk melatih aparatnya menggunakan jejaring sosial dikarenakan lolosnya tawanan Craig Lynch. Celakanya Lynch yang sukses melarikan diri justru mengejek kecerobohan polisi melalui Facebook. Melalui Facebook pula, polisi Inggris berhasil menangkapnya kembali setelah pelarian selama empat bulan. Di saat bersamaan, di London, kepolisan tengah mempelajari postingan korban pembunuhan pemuda berusia 17 tahun yang diketahui bernama Marvin Henry.

Wakil Kepala Kepolisian Inggris, Nick Gargan, yang juga menjadi Kepala National Policing Improvement Agency (NPIA) mengatakan pelatihan itu sangat penting bagi peningkatkan kinerja kepolisian. "Progam ini sangat vital," paparnya seperti dikutip dailymail, Jum'at (29/10). Dia menambahkan kemampuan tambahan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan kompleksitas kasus yang dihadapi polisi dari tahun ke tahunnya.

"Tantangan yang dimaksud sangat penting untuk memberikan pengarahan kepada penyelidik bagaimana menciptakan standar ketika melakukan investigasi kasus diberbagai wilayah di Inggris raya," tuturnya. Gargan juga mengharapkan program pelatihan seiring sejalan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan polisi ketika menghadapi kriminalitas dalam berbagai level.

Pelatihan yang tengah berjalan telah memberikan pengetahuan dan pendidikan pemanfaatan informasi jejaring sosial kepada 3.500 petugas. Di tengah berjalannya program, polisi juga mendapatkan arahan tambahan berupa investigasi yang berbasis kekerasan, dan mencatat bukti-bukti kekerasan domestik. Nah, bagaimana dengan Kepolisian Republik Indonesia?

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA