Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

SoundCloud Ancam MySpace di Era 'Twitter'

Rabu 08 Jul 2009 03:26 WIB

Red:

Dalam beberapa bulan ke depan SoundCloud bakal membuat situs jaringan sosial berbasis musik,  MySpace, ketar-ketir. Pasalnya SoundCloud telah menarik hati sejumlah artis reakaman, karena berhasil menawarkan layanan untuk jauh lebih berakrab ria dengan fans.

Tentu saja itu bisa mengusik posisi Myspace, yang selama 5 tahun terakhir menjadi situs raksasa sosial sekaligus platform online untuk para musisi. Beberapa kisah yang berbunyi mengancam posisi MySpace datang dari Sony Youth dan beberapa musisi.

Sony Youth menggunakan SoundCloud untuk menayangkan album terbaru mereka dalam format stream lewat Twitter. Sementara Moby, seorang musikus aliran techno sekaligus DJ asal Inggris, menggunakan layanan itu untuk mempromosikan trek terbarunya di situs itu, alih-alih menggunakan MySpace.

Lalu ada pula Beck, pengguna MySpace yang akhirnya memutuskan menonaktifkan situsnya berbasis Flash yang dimiliki hingga lima tahun lalu dan berpindah ke halaman lebih sederhana namun kaya konten berkualitas tinggi dan tidak berat. Seperti dua nama di atas, pilihan Beck, jatuh pula pada SoundCloud.

SoundCloud terdengar seperti gagasan nyata. Kebutuhan nyata itulah yang menjadi gagasan pertama kali meluncurkan penemuan itu, gara-gara dipicu absennya layanan kolaboratif sesungguhnya dalam lingkungan maya.

Para pengguna yang sebagian besar musisi menganggap masukan spontanitas , yang dapat ditelusuri dalam rekam jejak obrolan, sangat dibutuhkan mereka. Kemampuan itulah yang membuat musisi suka, memungkinkan mendapat masukan unik sangat beragam dan cepat.

"Kami berdua datang dari latar belakang terkait musik, ujar salah satu pendiri SoundCloud, Alex Ljung dalam wawancara terkini seperti yang dilansir oleh Wired.com. "Dan sangat, sangat mengganggu kami ketika berkolaborasi dengan orang-orang dalam hal musik," ungkapnya

"Maksud saya hanya kolaborasi sederhana, mengirim trek ke orang lain dalam jalur pribadi, mendapat masukan dari mereka, dan melakukan diskusi tentang beberapa bagian musik," imbuh Alex. "Dalam hal yang sama kita mengunakan Flickr untuk berbagi foto, dan Vimeo untuk video, tapi kita tidak pernah memiliki platform macam itu untuk musik," tuturnya.

Namun, ambisi asli SoundCloud masih relatif sederhana. Situs itu dibangun untuk membantu industri musik membagi hasil rekaman mereka satu sama lain. Namun ide sederhana yang disuarakan sang desainer, Alex dan seniman Eric Wahlforss, dengan cepat berubah menjadi alat pengontrol arus publikasi yang memungkinkan seniman, musisi menjangkau fans mereka di Twitter dan di manapun, secepat kilat dengan hanya upaya minimal.

Tidak seperti lagu-lagu di MySpace, lagu di SoundCloud dapat dilekatkan di situs mana pun. Pun, tak ada batas ukuran file. Membuat para fans dapat berkomentar di bagian spesifik dari rekaman tersebut. Band pun mampu membagi lagu-lagu mereka secara luas ke publik atau ke kontak-kontak tertentu. Dalam kalimat lain, SoundCloud menawarkan kelenturan yang biasa ditemui di situs-situs sosial dan sharing macam Flickr dan Facebook.

Sejauh ini penetrasi pasar bersifat aspirasi ketimbang afirmasi fakta. SoundCloud, beberapa bulan setelah meluncur dalam format beta, kini mengklaim telah memiliki 160 ribu artis profesional, label, produser, wartawan musik, dan musisi sebagai pengguna.

Toh, MySpace masih memiliki daftar 13 juta band yang memanfaatkan layanannnya. Namun bila ia tidak segera berlari, aksi saling beli di kalangan para artis besar, menjadi endorsmen nyata SoundCloud yang akan berpengaruh pada MySpace.

"Beck kini sedang memperbarui imej onlinenya," papar seorang seniman web developer, Lee Martin. "Situs online pribadinya terdahulu berbasis Flash yang kacau," ujar Martin.

Ia menuturkan saat mampir ke stan SoundCloud di konferensi Teknologi Music di San Fransisco, ia tahu ia telah menemukan situs hosting audio yang sempurna untuk gagasan Beck. Beck sudah lama ingin menayangkan set musik DJ-nya yang panjang ke dalam situsnya.

"Saya bilang, man, kamu harus lihat pemutar yang bisa ditempelkan itu, luar biasa," kenang Martin saat pertama kali bertemu Beck mendiskusikan rencana situsnya. "Dan untuk rekaman mix yang bisa dipasang, bisa selama 40 menit. SoundCloud juga memungkinkan kita mengomentari di bagian berbeda dalam sebuah lagu. Itu sangat luar biasa untuk rekaman yang telah dimix," ungkapnya.

Seniman dan label menganggap SoundCloud atraktif karena mereka mampu mengupload musik dan membaginya ke situs dengan URL berbeda dalam hitungan menit. Itu tentu jauh lebih cocok di era dunia serba cepat ala Twitter, Facebook, dan platform lain, ketimbang gaya kuno MySpace.

Alex mengatakan kombinasi SoundCloud dan Twitter membuat band mampu membentuk koneksi langsung dengan fans lebih banyak dibanding berteman dengan mereka dalam MySpace. "Situs itu (MySpace) lebih ribet, dan bila anda menaruh lagu di sana, maka itu hanya untuk situs tersebut," papar Alex.

"Memang ada pendengar banyak di sana, namun juga ada tempat lain yang ingin dikunjungi artis. Sementara kami lebih kepada mendistribusikan konten. Anda tinggal letakkan lagu di SoundCloud. Tapi tentu anda perlu memasang widget ke situs atau blog anda," ujarnya.

Alex mengatakan SoundCloud dapat menayangkan tweet secara otomatis setiap kali trek diupload. "Kami juga memiliki dropbox bagi artis untuk menerima trek lagu dari fans mereka, untuk melihat apakah lagu-lagu tersebut cukup baik untuk masukkan mereka.

Menariknya lagi, SoundCloud gratis dan tidak mengandung iklan. Ada akun Premium pula yang memberi layanan upload lagu tanpa batas serta jumlah kontak, juga tanpa batas. Seperti Flickr, SoundCloud juga memiliki API yang membuat aplikasi lain dapat melakukan upload atau download musik, podcast wawancara, file rekaman dan sebagaianya.

"Salah satu contoh manis yakni bagi pengguna iPhone," kata Alex "Ada aplikasi Fire dari Audiofile Engineering di dalam iPhone yang terintegrasi dalam API kami. Jadi anda dapat bergerak sambil mengambil sampling suara dengan iPhone, lalu menyimpannya langsung ke dalam SoundCloud,"

“Itu sangat keren," ujar Alex. "Kami mendorong setiap orang untuk membuat aplikasi audio yang mampu menyimpan audio secara online. Dengan demikian kita akan melihat aplikasi berbasis awan yang benar-benar bagus," imbuhnya. (itz)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA