Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Ekonomi dan Ekologi bisa Sinergis

Selasa 06 Okt 2009 01:44 WIB

Red:

BOGOR-- Pemanfaatan hutan di Indonesia seakan selaras dengan tingkat perusakan hutan. Oleh karena itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Universitas Tadulako (Untad) bekerjasama dengan Universitas Goettingen dan Universitas Kassel, Jerman, untuk mengurangi kerusakan hutan oleh manusia. Tujuannya, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya tanpa merusak ekosistem hutan.

Workshop Promoting Biodiversity, Rainforest Protection, and Economic Developement in Indonesia itu, menjelaskan beberapa hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama sembilan tahun. Penelitian yang dilaksakan oleh "Stability of Rainforest Margins in Indonesia (STORMA)", menyebutkan dampak dari pemanfaatan hutan dapat diminimalisir. Penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Namun sayang, menteri kehutanan yang dijadwalkan hadir, mendadak tidak bisa datang. MS Kaban hanya diwakili oleh salah satu staf ahlinya, Yetti Rusli. Dalam pidatonya, Yetti berharap dapat belajar banyak dari Jerman. "Jerman adalah guru kami dalam manajemen hutan".

Koordinator STORMA dari pihak Jerman, Stephan Klasen menuturkan Virginitas hutan menjadi salah satu faktor utama pemilihan Taman Nasional Lore Lindu sebagai tempat penelitian. Selain itu, pihaknya ingin meneliti dampak petani-petani kecil yang berada di sekitar hutan terhadap deforestasi.

Rektor Untad, Mustafa mengatakan Komitmen pemerintah daerah menjadi alasan pemilihan tempat penelitian. Dia mengakui pemerintah propinsi Sulawesi Selatan sangat mendukung kegiatan penelitian ini.

Workshop dilaksanakan di International IPB Convention Centre (IICC), Senin (05/09). Di sela-sela acara workshop juga dilaksanakan penandatanganan MOU perpanjangan kerjasama.

Para peneliti dari empat universitas beda negara tersebut meneliti prilaku masyarakat kecil di sekitar Taman Nasional. Presiden Universitas Goettingen, Kurt Von Figura, mengatakan hasil dari penelitian menyebutkan adanya tipe interaksi baru antara masyarakat dengan hutan.

Dia menyebutkan, salah satu cara agar pertanian tidak mengganggu ekosistem hutan adalah dengan mengembangkan tanaman cacao (coklat). Tanaman cacao ini dapat dikembangkan di sela-sela pohon.

Rektor IPB, Herry Suhardiyanto antusias dengan hasil penelitian ini. Dengan hasil penilitian dari STORMA tersebut, masyarakat dapat menggunakan fungsi hutan secara ekonomi dan ekologi. Selain itu, dia berharap dengan promosi yang dilakukan masyarakat dapat mengeksploitasi hasil hutan non-kayu.

Mengenai hal ini, Yetti yang merupakan salah satu staf ahli bidang lingkungan departemen kehutanan, berharap deforestasi dapat menurut dengan adanya penelitian ini. Yetti menyebutkan tingkat deforestasi di Indonesia menurun. Pada tahun 1997-1998, tingkat deforestasi mencapai 2,8 juta hektar per tahun. Sedangkan pada jangka 2000-2005, menurun hingga 1,08 juta hektar pertahun. c13/kpo

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB