Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Pasar Beringharjo Dipasangi CCTV

Sabtu 22 Aug 2009 02:01 WIB

Red:

YOGYAKARTA --  Untuk menjaga keamanan para pengunjung dan pemilik kios di pasar Beringharjo pada musim Romadhan dan lebaran tahun ini Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta memasang enam buah kamera CCTV (Closed Circuit Television) di beberap titik di pasar tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Achmad Fadli, peningkatan pengunjung pasar Beringharjo setiap lebaran bisa mencapai 100 persen bahkan lebih. ''Karenanya tahun ini CCTV tersebut akan kita pasang di beberapa titik untuk pemantauan keamanan,'' paparnya.

Diakuinya, alat pemantau berkamera tersebut juga akan dipasang dibeberapa pasar tradisional di Yogyakarta. Pasar tradisional yang akan dipasangi kamera pengawas itupun adalah pasar-pasar besar di Yogyakarta. Sedikitnya ada tujuh pasar besar di Kota Yogyakarta yaitu, Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman dan Pasar Kotagede, Serangan dan Pasar legi serta pasar Giwangan.

''Yang kita utamakan Pasar Beringharjo terlebih dahulu,'' tandas Fadli. Untuk pemasangan CCTV itupun, pihaknya menganggarkan dana Rp 70 juta dari APBD Kota Yogyakarta tahun 2009.

Menurut Fadli, pada hari biasa pengnjung pasar Beringharjo sebanyak 25 ribu orang. Sedangkan H- 15 lebaran naik dua kali lipat. Sedangkan H-3 naik menjadi tiga kali lipat atau 75 ribu pengunjung perhari.

''Sebagian besar pengunjung memadati los lantai satu yang merupakan pedagang pakaian,'' tegasnya. Jumlah pengunjung itupun maish akan tetap banyak hingga H+7 lebaran.

Selain itu, di setiap pasar akan disediakan posko informasi yang dijaga oleh dua orang pemandu dengan pakain tradisional Jawa pada H-15 lebaran hingga menjelang lebaran. Di pasar Beringharjo sendiri akan ada 6 posko sedangkan di pasar lainnya ada satu posko yang dipandu oleh dua orang.

Menurut Totok Sudarto, kepala seksi keamanan pasar Dinas Pengelolaan Pasar kota Yogyakarta, kejahatan paling menonjol di pasar tradisional adalah kasus pencopetan. Selama 2007 terjadi kasus pencopetan sebanyak 54 kasus. Pada 2008 menurun menjadi 40 kasus. Sedangkan hingga Juli 2009 hanya terjadi 10 kasus pencopetan di berbagai pasar tradisional di Yogyakarta.  yli/ahi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA