Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Marsma Harsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran

Jumat 22 May 2009 07:56 WIB

Red:

KLATEN --Tak banyak yang terucap dari mulut Supardi Pudjo Hardjono (70). Ayah kandung Marsekal Pertma (Marsma) Pnb Harsono (51) -- salah satu korban musibah pesawat Hercules C 130 di Desa Geplak, Karas, Magetan, Jatim -- berterima kasih pada jajaran TNI AU, lantaran putranya diijinkan dimakamkan ditanah kelahiran.

Keinginan ini dikandung maksud agar lebih dekat dengan pihak keluarga. Sehingga sewaktu-waktu ziarah dirasa lebih dekat. Jika dimakamkan ditanah kelahiran dirasa masih lekat dengan keluarga. Keinginan serupa juga datang dari mertua almarhum, Warsono Mukti Kusumo. Ia berharap almarhum dimakamkan di Jl Seturan, Ngentak, Catur Tunggal, Depok, Sleman.

Supardi Pudjo Hardjono tampak tegar menerima ucapan belasungkawa yang memadati rumahnya, Dukuhb Sudimoro, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Sesekali matanya berkaca-kaca ketika menerima pelukan dari tetangga, sahabat, dan kerabat yang melayat dalam upacara pemakaman jenazah almarhum.

Rumah lawas berbentuk limasan itu, kemarin, dipadati pelayat. Jenazah Harsono ditaruh berjajar dengan isteri tercinta Dathy Wulandari (49) yang bersama-sama akibat kecelakaan pesawat Hercules C 130, Rabu (20/5) pagi.

Kedua peti jenazah ditaruh rumah bagian belakang. Upacara pemakaman berlangsung khidmad penuh duka. Jerit tangis memecah ketika pembengrangkatan kedua jenazah dari rumah duka menuju pemakaman keluarga, yang juga makam kampung Dukuh Sudimoro. Ini kampung kelahiran,sekaligus tempat peristirahatan terakhir almarhum berjajar bersama isteri tercinta.

Marsma Pnb Harsono, adalah anak pertama pasangan Supardi Pudjo Hardjono dengan Suharni (69). Supardi Pudjo Hardjono tampak berusaha tegar. Sementara, isterinya, Suharni'mengalami shock. Ia sejak pertama menerima kabar duka mengurung diri dalam kamar.Hingga hari pemakaman tubunya lemas, lunglai, bahkan sempat tak sadarkan diri.

Puluhan kerabat mengerubuti Suharni. Ada yang mencoba menenangkan dirinya, sebagian memijit, mengeroki, memberi aroma perangsang agar tubunya tidak anyep, serta matanya tidak menutup rapat terus.

Beda dengan Supardi Pudjo Hardjoyo. Pria tua yang bekas fisiknya tampak kekar ini, tampak tabah. Lebih mampu menahan diri. ''Kami sekeluarga semua sudah ikhlas menerima takdir ini. Mudah-mudahan mendapat tempat disisi-Nya,'' tuturnya pelan. Ia juga meminta maaf kepada semuanya bila ada kesalahan yang diperbuat almarhum.

Supardi Pudjo Hardjoyo mengaku tak menerima firasat apapun sebelum putra sulungnya mendapat musibah ini. Ia juga sempat kaget, ketika menerima kabar buruk ini -- bukan dari jajaran TNI AU -- tapi justru dari adik kandungnya yang berada di Pekan Baru, Riau.

Harsono dimata Supardi dianggap sebagai sosok pria yang mewarisi sifatnya. Ia sejak kecil dinilai tidak pernah berbuat neko-neko, rajin, tekun, disiplin, taat dan menghormati orangtua. Sifat inilah yang menjadi panutan bagi adik-adiknya.

Harsono lulusan Akademi Militer AU lulusan 1983 ini jarang pulang kampung. Pertemuan terakhir dengan ayahanda tiga bulan silam. Ketika itu, almarhum mengadakan perjalanan Jakarta-Yogyakarta. Kemudian mampir pulang rumah. Hanya bertemu beberapa jam, lalu melanjutkan perjalanan dinas lagi.

Setelah ketemu dirumah orangtua, kemudian almarhum sempat mampir sebentar dirumahnya Jl Kaliurang Km 10, Ngaglik, Kabupaten Sleman. eds/pur

'

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA