Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Persitara Angkat Pelatih Belanda

Jumat 06 Feb 2009 02:13 WIB

Red:

Di Bandung, laga PSMS vs Pelita didahului hening cipta untuk Abdul Aziz Angkat.

JAKARTA-- Manajemen Persitara mendaftarkan Dick Buitelaar, pelatih asal Belanda, ke Badan Liga Indonesia (BLI) sehubungan kian gencarnya tekanan agar menggunakan pelatih berlisensi A. ‘Laskar Si Pitung’, demikian Persitara menjuluki dirinya, selama ini ditangani dua pelatih berlisensi B; Dadang Iskandar dan Dody Sahetapy. Sesuai peraturan, semua tim Liga Super Indonesia harus ditangani pelatih berlisensi A, dan Persitara diberi batas waktu untuk memenuhi syarat ini.

Hary 'Gendhar' Ruswanto, manajer Persitara, mengatakan Buitelaar merupakan pilihan terbaik yang bisa mereka dapatkan. Pengalaman menangani Perseden Denpasar dan Persekaba Badung pada 2001 hingga 2004 membuat Buitelaar dianggap memahami sepak bola Indonesia. Pelatih berusia 71 tahun ini kali terakhir menjadi pemandu bakat tim Eredivisie NAC Breda tahun 2005. ''Kami sepakat merekrutnya dan sudah mendapatkan izin dari BLI,'' kata Gendhar. Sebelum mengontrak Buitelaar, Persitara mendaftarkan Wolfgang Pikal tapi BLI tidak menyetujuinya karena pelatih asal Austria itu memegang lisensi B UEFA.

Buitelaar menjadi pelatih keempat Persitara sepanjang musim ini dan pelatih kedua asal Belanda. Pada masa persiapan kompetisi 2008/2009 Persitara sempat dipoles oleh meneer Richard Azreg. Azreg digantikan Jacksen F Tiago di awal Liga Super. Jacksen hanya melatih hingga akhir Agustus 2008, dan hijrah ke Persipura. Posisi Jacksen digantikan asistennya; Dadang dan Dody.

''Pelatih baru Persitara memenuhi kualifikasi dan standardisasi yang kita buat,'' ujar Joko Driyono, direktur kompetisi BLI. ''Kita tidak memberikan hukuman karena dari pertemuan Senin kemarin tidak ada indikasi Persitara memperlambat penunjukan pelatih baru.'' Buitelaar belum akan menangani tim secara langsung. Tugas kepelatihan masih diserahkan kepada Dadang dan Dody hingga lima laga ke depan.

''Tugas dan tangung jawab Buitelaar untuk sementara adalah menjadi direktur teknik. Namun dia tetap mendampingi tim di bench saat bertanding,'' kata Gendhar. Buitelaar sudah hadir pada laga Persitara vs Persita, Rabu (4/2) sore, di Gelora Delta Sidoarjo. Kedua tim berbagi gol 1-1, dan mengantongi satu angka. Tuan rumah Persita unggul terlebih dahulu lewat Cucu Hidayat menit ke-66. Persitara membalas lewat Prince Kabir Bello, sebelas menit kemudian.

Ini merupakan hasil seri ketiga secara berurutan bagi Persita. Sebelumnya Persita menahan imbang PSIS dan Deltras Sidoarjo 0-0. ''Sebagai tuan rumah kami harusnya mampu merebut tiga angka. Tapi tambahan satu angka ini patut disyukuri melihat kondisi tim kami saat ini,'' kata Zaenal Abidin, pelatih Persita Tangerang.

Persita mengalami masalah kebugaran akibat padatnya jadwal putaran II. Kondisi kelelahan menurutnya sangat terlihat di babak kedua saat Persita hanya bisa bertahan menghadapi gempuran Persitara. Gendhar kecewa dengan hasil seri. Menurutnya, tim-tim papan bawah menjadi target poin Persitara untuk keluar dari zona degradasi.

Hasil imbang ini membuat kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 15. Unggul selisih gol membuat Persitara berada di posisi 15 dan Persita tepat di bawahnya. Pada pertandingan di Stadion Siliwangi Bandung, Pelita Jaya menaklukkan PSMS Medan 1-0 lewat gol tunggal Gendut Donny. Laga yang disaksikan seribu penonton itu didahului hening cipta atas meninggalnya ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Abdul Aziz Angkat, dalam demo menuntut pemekaran wilayah, Selasa (3/2).

PSMS relatif mendominasi laga, tapi Pelita Jaya bermain efektif dengan mengandalkan serangan balik. Hasilnya, menit ke-36 Gendut Donny membuat Pelita unggul. PSMS tidak mengubah strategi. Mereka terus mengurung pertahanan Pelita tapi kesulitan mencetak gol. Satu peluang emas diperoleh Leonardo Martis menit ke-44, tapi tembakannya membentur mistar gawang yang dikawal I Made Wardhana.

Di babak kedua, kedua tim juga tidak melakukan perubahan. Pelita masih menumpuk pemainnya di lini belakang, dengan sesekali melakukan serangan balik lewat dua wing back; M Ridwan dan Teuku Helza. isr

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA