Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Kasus HKBP, Warga Bekasi Justru Akrab dengan Gereja Jawa-Pasundan

Jumat 17 Sep 2010 02:32 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) menyatakan, selama puluhan tahun masyarakat Bekasi selalu memelihara kerukunan antarumat beragama. Hubungan tersebut dipelihara atas dasar saling menghargai dan tolerasi.

Sebagai contoh, selama berpuluh-puluh tahun, masyarakat Bekasi senantiasa memelihara hubungan baik dengan Gereja Jawa dan Gereja Pasundan. "Selama ini masyarakat hidup secara harmonis. Kami selalu tolong menolong dengan teman-teman dari Gereja Jawa, ada juga Gereja Pasundan. Selama ini tidak ada masalah karena mereka membawa kultur bersahabat dan harmonis dengan masyarakat Bekasi," kata Litbang BKMB, Ali Anwar kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/9).

Terkait peristiwa antara warga dengan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Ciketing, Ali memandang hal itu terjadi akibat adanya perbedaan kultur. Merujuk hubungan baik dengan Gereja Jawa dan Gereja Pasundan, dia membantah kasus yang terjadi di Ciketing didasari faktor agama. "Kami wellcomelah. Mereka mau mendirikan gereja ya silakan saja, mau bangun wihara ya silakan. Tapi lakukanlah dengan cara yang santun dan baik, " ujarnya.

Menurut Ali, selama ini masyarakat Bekasi memang kerap terlibat permasalahan dengan HKBP. Dia mencontohkan kasus tahun 1989 di Wisma Asri dan kasus tahun 2002 dan 2003, semuanya melibatkan warga dengan HKBP. Karena itu, dia meminta HKBP mencontoh Gereja Pasundan dan Gereja Jawa yang mampu hidup berdampingan dengan masyarakat.

Ali menambahkan, perlu ada penyesuaian budaya antara jemaat HKBP dengan warga Bekasi. "Kami mengimbau kepada pihak HKBP agar bisa kompromi dengan adat istiadat orang Bekasi. Tolonglah taat pada aturan Bekasi," kata dia.

Ali lantas menyarankan pada dua belah pihak yang terkait kasus Ciketing agar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Tak perlu lagi, ujarnya, mengedepankan ego dan sentimen kelompok. "Kami ingin situasi harmonis yang selama ini terjadi tetap dipelihara," tutupnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA