Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Dicoret, Arthur Tetap Semangat Dukung Timnas

Sabtu 24 Nov 2012 18:39 WIB

Red: Hazliansyah

Arthur Irawan

Arthur Irawan

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Arthur Irawan dicoret dari daftar 22 pemain yang didaftarkan Nil Maizar dalam ajang turnamen Piala AFF 2012. Posisinya digantikan Raphael Maitimo, menyusul paspor Indonesianya yang telah terbit.

Meski dicoret, Arthur tetap bersemangat mendukung Timnas Garuda.

"Saya cuma ingin membela negara, tapi walaupun ini terjadi saya masih 'support' dan doa buat Timnas Indonesia," kata Arthur Irawan di Hotel Palace of Golden Horses, Malaysia, Sabtu.

Dugaan pencoretan terhadap pemain dengan posisi bek kanan itu, sebenarnya telah beredar jauh-jauh hari sebelum semua pemain Timnas Garuda bertolak menuju Malaysia.

Banyak pihak menilai pemain klub Espanyol B itu kurang mampu bersaing dengan pemain lainnya yang lebih senior. Salah satu pemain yang menjadi pesaing Arthur adalah Nopendi yang saat ini terus diberi kepercayaan oleh pelatih Nil Maizar.

Beresnya administrasi kewarganegaraan Raphael Maitimo juga membuat posisi Arthur terjepit. Meski pemain naturalisasi ini adalah seorang gelandang, tapi oleh pelatih Nil Maizar ditarik kebelakang untuk menjadi bek kanan di mana Arthur berada.

Pelatih timnas Nil Maizar mengaku pencoretan terhadap Arthur Irawan ini didasarkan pada kebutuhan tim. Apalagi jumlah pemain yang didaftarkan ke AFF hanya 22 pemain, padahal timnas memiliki 23 pemain.

Pernyataan berbeda dikatakan manajer timnas Habil Marati. Mantan anggota DPR RI itu menilai pencoretan Arthur Irawan karena pemain tersebut tidak bisa berbaur dengan pemain lainnya selama menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

"Sebelum diputuskan saya sudah berkomunikasi dengan dia, apakah tetap di sini atau kembali ke Jakarta?," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA