Selasa, 12 Syawwal 1439 / 26 Juni 2018

Selasa, 12 Syawwal 1439 / 26 Juni 2018

Ini Lima Alasan Lopetegui Layak Membesut Real Madrid

Rabu 13 Juni 2018 10:13 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Julen Lopetegui

Julen Lopetegui

Foto: REUTERS/Antonio Bronic
Ia punya hubungan sejarah dengan Real Madrid sebagai pemain dan pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Penunjukan pelatih tim nasional (timnas) Spanyol Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid menjadi kejutan yang lebih besar daripada keputusan sekejap Zinedine Zidane saat mengundurkan diri sebagai pelatih Los Blancos.

Baca Juga

Berikut adalah lima alasan di balik pengangkatan mengejutkan seseorang yang bahkan tidak termasuk di antara 22 kandidat yang diambil dari media lokal pada hari Selasa (12/6), dikutip dari ESPN, Rabu (13/6).

Pertama, Lopetegui bersedia dan mampu mengambil pekerjaan itu.

Daftar singkat awal Real Madrid untuk menggantikan Zidane diisi dengan nama-nama yang saat ini sedang bertugas. Sehingga, tidak jelas apakah mereka tidak mau meninggalkan tim atau tidak dapat memaksa mereka keluar. Manajer Tottenham Mauricio Pochettino baru saja menandatangani kontrak jangka panjang baru.

Sementara itu, Pelatih Jerman Joachim Loew juga menolak tawaran Madrid. Lainnya, termasuk pelatih Juventus Massimiliano Allegri, Antonio Conte dari Chelsea, dan Juergen Klopp dari Liverpool, semuanya tak dapat diboyong karena berbagai alasan.

Padahal, Lopetegui juga baru saja menandatangani kontrak baru dengan federasi Spanyol bulan lalu sebagai pelatih hingga Piala Eropa 2020. Namun, komitmen itu jelas tidak sekeras yang terlihat.

Kedua, kinerjanya cukup bagus bersama Spanyol dalam dua tahun.

Menggantikan Vicente del Bosque, yang keluar sehabis Piala Eropa 2016, pelatih berusia 51 tahaun itu dengan cepat membawa Spanyol bangkit melalui kualifikasi untuk putaran final Piala Dunia, dengan memenangkan sembilan dan sekali imbang dari 10 pertandingan, dengan mencetak 36 gol dan hanya kebobolan tiga gol.

Penduduk asli Basque itu melakukan pekerjaan yang sangat baik, dengan menyisihkan beberapa veteran dan menggabungkan pemain muda. Ia juga terampil mengelola sisi politik yang rumit dari pekerjaan itu. Spanyol tidak kalah satu pun dari 20 pertandingan penting, dengan 14 kemenangan dan 6 kali seri.

Ketiga, hubungan sejarah dengan Real Madrid sebagai pemain dan pelatih.

Sebagai seorang pemain, Lopetegui adalah seorang penjaga gawang yang bergabung dengan klub Castilla Madrid saat remaja. Meskipun selama dua musim dengan skuat senior dirinya hanya membuat satu penampilan, ketika hasil imbang 3-3 di Atletico Madrid pada akhir musim 1989/1990. Namun, ia tetap berhubungan dengan klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu. Bahkan, sebagai penjaga gawang cadangan di Barcelona, dan kembali ke Madrid pada tahun 2006, ia memimpin departemen pencarian bakat.

Keempat, gemilang bersama FC Porto di Liga Champions.

Satu-satunya karier melatih klub Spanyol Lopetegui sebelumnya adalah 10 pertandingan dengan Rayo Vallecano di Divisi Segunda. Pengalaman klub seniornya bersama Porto, yang puncaknya adalah kemenangan 3-1 pada leg pertama perempat final Liga Champions atas Bayern Muenchen, yang saat itu dipimpin Pep Guardiola pada April 2015.

Kemenangan dramatis atas tim Guardiola itu sudah cukup untuk membuat Lopetegui dikaitkan akan pindah Madrid, ketika Carlo Ancelotti mendekati akhir jabatannya. Namun, kekalahan leg kedua 1-6 di Jerman mengakhiri spekulasi tersebut. Karier Lopetegui di Porto juga berakhir tiba-tiba ketika dia dipecat pada bulan Januari setelah serangkaian hasil domestik yang buruk.

Kelima, kenal banyak pemain Madrid dengan cukup baik.

Real Madrid sejauh ini merupakan klub paling banyak mengirimkan wakilnya untuk timnas Spanyol di Piala Dunia. Di antara pemain itu adalah Sergio Ramos, Dani Carvajal, Nacho, Isco, Marco Asensio, dan Lucas Vazquez. Kepindahannya ke Bernabeu dinilai menjadi nilai lebih untuk membajak kiper Manchester United David De Gea dan bek kanan Real Sociedad Alvaro Odriozola.

Madrid juga baru-baru ini berorientasi kebijakan transfer terhadap bakat muda Spanyol, dengan Dani Ceballos, Marcos Llorente, dan Borja Mayoral di klub. Pekerjaan terbaik Lopetegui hingga saat ini adalah bersama tim muda Spanyol. Catatannya bekerja dengan pemain muda membantu memberinya pekerjaan di timnas senior.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA