Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Trio Coutinho-Suarez-Messi dalam Balutan 4-4-2

Senin 26 February 2018 06:17 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Ratna Puspita

Para pemain Barcelona (kiri ke kanan), Jordi Alba, Lionel Messi, dan Luis Suarez, ketika menghadapi Girona FC di Camp Nou, Ahad (24/2) dini hari WIB.

Para pemain Barcelona (kiri ke kanan), Jordi Alba, Lionel Messi, dan Luis Suarez, ketika menghadapi Girona FC di Camp Nou, Ahad (24/2) dini hari WIB.

Foto: EPA-EFE/ENRIC FONTCUBERTA
Barca era Ernesto Valverde membuka lembaran baru dengan 4 gelandang dan 2 penyerang.

Oleh Gilang Akbar Prambadi

Wartawan Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Barcelona masih menunjukkan mereka baik-baik saja meski tak lagi menganut pakem 4-3-3 yang lebih dari sedekade sebelumnya selalu jadi standar formasi utama dalam bermain. Menerapkan formasi 4-4-2, Barca era Ernesto Valverde membuka lembaran baru dengan penggunaan empat gelandang dan dua penyerang.

Musim ini membuat Barca benar-benar berbeda. Padahal sejak rezim Frank Rijkaard 2003 silam, Barca tak pernah putus menggunakan formasi 4-3-3. Namun, walau membawa perubahan fundamental, Valverde yang datang pertengahan tahun lalu untuk menggantikan posisi Luis Enrique ini tak memberikan kekecewaan.

Dengan mengandalkan duo penyerang kelas dunia dalam sosok Lionel Messi dan Luis Suarez, Blaugrana melaju mulus sejak musim ini dimulai. Posisi pemimpin klasemen La Liga Spanyol 2017/2018 pun tak pernah lepas sejak pekan pertama.

Perginya Neymar yang dalam empat musim sebelumnya jadi pelengkap formasi 4-3-3, seolah tak meninggalkan masalah sama sekali. Bahkan, melempemnya pemain anyar yang dianggap akan jadi suksesor Neymar, Ousmane Dembele, pun tak jadi persoalan bagi Valverde. Kemenangan demi kemenangan tetap bisa terus diraih di berbagai ajang.

Memasuki paruh musim kedua, formasi 4-4-2 racikan Valverde semakin berbahaya dengan kedatangan bintang berkebangsaan Brasil, Philippe Coutinho. Pembelian Coutinho awalnya diduga akan membuat Valverde kembali menghidupkan posisi yang ditinggalkan Neymar.

photo

Striker Barcelona asal Uruguay Luis Suarez (belakang) merayakan gol dengan memeluk rekan setimnya asal Prancis, Ousmane Dembele, pada laga melawan Girona FC di Camp Nou, Ahad (25/2) dini hari WIB. (EPA-EFE/ENRIC FONTCUBERTA)

Namun, ternyata Barcelona tetap berjalan dengan disangga formasi yang sama seperti sejak memulai musim. Walau demikian, kemampuan Coutinho yang dikenal sebagai gelandang serang tangguh di Liga Primer Inggris bersama Liverpool bisa dimanfaatkan dengan baik.

Di atas kertas, nama Coutinho mengisi pos sayap kiri. Namun, penggawa berusia 25 tahun itu diberikan kebebasan oleh Valverde untuk berkreasi di lini tengah Barca.

Terkadang, Coutinho juga berperan seperti Neymar ketika masih aktif bermain untuk Los Cules. Coutinho bisa tiba-tiba berdiri sejajar dengan Messi dan Suarez ketika sedang melakukan serangan balik ke pertahanan musuh. Namun, layaknya seorang gelandang, Coutinho juga kerap jadi pembangun serangan Barca dari sisi kanan pertahanan lawan.

Kebebasan pergerakan Coutinho ini tergambar sempurna ketika Barca menggulung Girona 6-1, pada laga pekan ke-25 La Liga Spanyol 2017/2018, Ahad (25/2) dini hari WIB. Gol keempat Barca yang dibuat oleh Suarez pada menit ke-44 jadi bukti Coutinho bisa menjadi tandem trisula lini depan yang mematikan. 

Bersama-sama Messi dan Suarez melakukan serangan balik, Coutinho dengan cerdik membelah sisi kanan pertahanan Girona untuk menerima operan terobosan dari La Pulga. Mantan pemain Inter Milan ini kemudian memberikan bola kepada Suarez yang punya posisi lebih bebas di depan gawang lawan. Gol pun terlahir dengan Coutinho mencatatkan namanya sebagai pemberi umpan.

photo

Gelandang Barcelona asal Brasil Philippe Coutinho (tengah) mencetak gol ke gawang Girona FC di Camp Nou, Ahad (25/2) dini hari WIB. (EPA-EFE/ENRIC FONTCUBERTA)

Kemudian gol kelima Barca yang diukir sendiri olehnya jadi bukti Coutinho memang ditugaskan Valverde sebagai pemain lini kedua. Dalam proses gol yang lahir pada menit ke-66 itu, Coutinho yang diadang oleh tembok pertahanan Girona mampu dengan gemulai menari membuka ruang tembak dengan bola menempel erat di kakinya.

Melihat adanya celah, Coutinho langsung melepaskan tembakan keras via kaki kanan dari luar kotak penalti yang menghujam gawang lawan. Gol perdana di ajang La Liga pun akhirnya sukses ditorehkan Coutinho sejak didatangkan dari Liverpool bulan Januari silam.

Valverde sangat bahagia dengan efektivitas pasukannya dalam bermain. Secara khusus, mantan pelatih Athletic Bilbao ini memuji trio Coutinho-Messi-Suarez sebagai motor serangan yang sangat tajam.

"Gol yang dibuat Coutinho akan menumbuhkan kepercayaan dirinya yang tentu saja akan berguna bagi tim. Pemain sepertinya selalu memberikan dampak yang baik," kata Valverde dikutip dari AS, Ahad.

Valverde pun akan terus menantikan sepak terjang selanjutnya dari Coutinho-Suarez-Messi. Menurut Valverde, ketiganya belum mencapai puncak penampilan.

"Musim akan segera memasuki periode berat, ketiganya akan sangat dibutuhkan. Namun seperti yang terlihat sejauh ini, kami bisa melangkah dengan sangat baik," kata Valverde.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES