Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Akhir Pengabdian Para Veteran

Rabu 15 Mei 2019 19:53 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Bayu Hermawan

Daniele de Rossi.

Daniele de Rossi.

Foto: EPA-EFE
De Rossi meninggalkan Stadion Olimpico setelah 18 tahun mengabdi

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Kepergian Daniele de Rossi dari AS Roma menambah daftar panjang veteran yang terbuang dari klub mereka. Bagaimana tidak, De Rossi sudah mengabdi selama 18 tahun, sebuah masa yang terbilang cukup lama bagi seorang pemain profesional. De Rossi bergabung dengan klub Serie A tersebut sejak tahun 2000 dari klub Ostia Mare.

Kini, di usia 35 tahun, De Rossi telah tampil sebanyak 615 kali dengan mencetak 63 gol. Namun yang membuat De Rossi terkesan dibuang adalah ia tidak pensiun. Roma dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, De Rossi ingin mencari petualangan di tempat baru. Ia akan melakoni laga terakhir untuk klub saat lawan Parma pada 26 Mei mendatang.

''Roma dan saya memilih jalan masing-masing. Ada banyak cinta di antara kami, baik sekarang maupun di masa depan, walaupun itu akan dalam bentuk yang berbeda,'' kata De Rossi dikutip dari BBC, Rabu (15/5).

De Rossi memang bisa dibilang hampir sejajar dengan legenda Giallorosi yaitu Francesco Totti. De Rossi, yang memenangkan Piala Dunia 2006 bersama Italia itu menjadi pemain yang paling banyak tampil kedua di Roma, dimana Totti telah bertanding sebanyak 786 kali selama 25 tahun.

Bersama Roma, De Rossi telah memenangkan Coppa Italia pada 2007 dan 2008, serta Supercoppa pada 2007. Namun, Roma sebenarnya bukan ingin melepas De Rossi. Sebab tim berjuluk Srigala Roma itu menawarkan posisi sebagai direktu di klub. Tapi De Rossi menolak tawaran itu karena merasa masih mampu menjadi pemain.

''Melihat ke belakang, beberapa momen spesifik saya akan ubah. Tapi secara keseluruhan, saya tidak akan mengubah apapun tentang loyalitas terhadap tim ini,'' ucap De Rossi.

Presiden Roma, Jim Pallota mengungkapan kesedihannya saat De Rossi mengenakan jersey klubnya untuk yang terakhir kali saat lawan Parma. Ia mengaku sangat menghormati keputusan De Rossi yang masih ingin bermain, walaupun usianya hampir 36 tahun.

''Saya pastikan pintu kami masih terbuka untuknya agar kembali ke klub dengan peran baru apapun yang diinginkannya,'' ujar Pallota.

Nasib serupa juga pernah dirasakan oleh legenda Real Madrid Iker Casillas. Kiper andalan Los Blancos itu dilepas ke Porto saat ia masih mampu bermain. Padahal, Casillas sudah berada hampir 25 tahun di Santiago Bernabeu atau saat ia masih remaja. Bisa dibilang sepanjang karier sepakbolanya hanya berada di Real Madrid.

Namun, kedatangan kiper muda membuatnya kalah bersaing. Apalagi Real Madrid justru kian meminggirkannya, sehingga Casillas, yang telah tampil sebanyak 510 laga di tim senior pun memilih untuk hengkang ke Portugal. Rekan se-negara Casillas, Andres Iniesta, pun mengalami hal yang sama.

Ia telah membela Barcelona selama 16 tahun, atau 17 tahun jika dihitung dari Barcelona B. Bersama Blaugrana, Iniestas tampil sebanyak 442 pertandingan dan 35 gol ia sumbangkan untuk klub. Hanya saja, di saat Iniesta sedang dalam masa sulit, Barca malah melepasnya, seperti yang pernah mereka lakukan terhadap Xavi Hernandez. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu pun memilih untuk pindah ke Liga Jepang bersama Vissel Kobe. Lainnya halnya dengan Wayne Ronney.

13 tahun berseragam Manchester United, ia justru dijual ke Everton karena dianggap tak lagi mampu bersaing dengan pemain muda. Padahal, Rooney merupakan pencetak gol sepanjang masa Iblis Merah, mengalahkan Sir Bobby Charlton.

Dengan penampilan lebih dari 543 laga, Rooney telah mencetak 250 lebih gol untuk MU. Padahal, meski sudah dibuang United, Rooney terbilang masih cukup produktif. Ia mencetak 10 gol untuk Everton dalam satu musim, walaupun posisinya sebagai gelandang tengah.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA