Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Friday, 8 Syawwal 1439 / 22 June 2018

Pengusaha Dubai Dilaporkan Beli Saham Minoritas AC Milan

Ahad 10 June 2018 00:22 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Para pemain AC Milan merayakan kemenangan 5-1 atas Fiorentina pada laga Serie A di San Siro, Ahad (20/5) dini hari WIB.

Para pemain AC Milan merayakan kemenangan 5-1 atas Fiorentina pada laga Serie A di San Siro, Ahad (20/5) dini hari WIB.

Foto: EPA/Matteo Bazzi
Al-Falasi bukan orang baru yang meminati Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Sejumlah saham AC Milan dikabarkan bakal dilepas oleh sang pemilik, Yonghong Li. Pengusaha Cina ini akan mengalihkan sebagian kepemilikannya sebelum 30 Juni.

Menurut Oracolo Rossonero, disadur Football Italia, Sabtu (9/6), Yonghong Li telah menemukan seseorang yang dipersiapkan untuk menjadi pemegang saham minoritas. Nantinya investor tersebut akan membeli saham 30 persen dari yang dimiliki Li.

Surat kabar Gazzetta dello Sport kemudian menyebut investor yang akan mengisi 30 persen investasinya ke Milan adalah Saeede Al-Falasi. Ia merupakan CEO International Triangel Group pengusaha ritel asal Dubai UAE.

Al-Falasi bukan orang baru yang meminati Milan. Ia sempat ingin berinvestasi di klub asal Kota Mode pada Maret. Namun sayang, itu ditolak Yonghong Li.

Nantinya Al-Falasi bakal menggunakan jasa penghubung Riccardo Silva yang merupakan rekan Paolo Maldini. Apabila nantinya ia jadi mendarat ke San Siro, Al-Falasi dilaporkan ingin membawa Maldini masuk jajaran direksi il Diavollo, meski kemudian dibantah oleh kantor berita ANSA

Rumor ini muncul semata kedekatan Maldini dan Silva lantaran keduanya telah mendirikan waralaba NAFL Miami FC. Kehadiran mantan il Capitano Milan ke San Siro itu belum dapat dipastikan.

Li membeli Milan lebih dari setahun yang lalu dengan suntikan dana besar dari Elliott Management. Pinjaman termasuk bunga sebesar 340 juta euro (Rp 5,7 trilun) harus dibayar Li pada Oktober mendatang.

Bahkan sebelum tanggal tersebut, Li masih harus membayar 32 juta euro untuk menambah modal pada akhir Juni agar keuangan mereka bisa dikatakan aman. Sebab, Milan sudah mendapatkan ancaman dari UEFA akan dikeluarkan dari kompetisi Eropa musim depan andai manajemen tim belum juga stabil.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES