Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Drama Serie A Musim 2017/2018

Senin 21 Mei 2018 16:34 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Juventus merayakan gelar juara Serie A 2017/2018.

Juventus merayakan gelar juara Serie A 2017/2018.

Foto: EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO
Inter kembali ke Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Geliat kompetisi sepak bola Italia, Serie A, baru saja berakhir. Sebanyak 20 klub Serie A Italia telah memainkan 38 pertandingan pada Ahad (20/5) hingga Senin (21/5) dini hari WIB. Laga tersebut sekaligus menjadi pekan penentu bagi beberapa klub yang masih mengejar target. 

Tak pelak, suka dan duka menghiasi perjalan Serie A musim 2017/2018. Sejumlah drama pun hadir. Mulai kesuksesan Juventus meraih gelar juara ketujuh secara beruntun, hingga keberhasilan Inter menembus Liga Champions.

Berikut ini catatan dari kompetisi Serie A musim 2017/2018:

Inter kembali ke Liga Champions

Inter Milan kembali berlaga di Liga Champions menjadi sorotan besar. Betapa tidak, Nerazzurri memastikannya pada laga pekan terakhir melawan Lazio di Stadion Olimpico, Roma, Senin (21/5) dini hari WIB.

Sempat tertinggal 1-2, para pemain tim asuhan Luciano Spalletti mampu membalikan keadaan pada menit-menit akhir. Inter engakhiri laga dengan kemenangan dan membuat para pemain dan pendukung tim tuan rumah larut dalam tangis kekecewaan.

Tambahan tiga angka di pekan terakhir membuat Inter mengoleksi nilai 72, sama dengan Lazio. Akan tetapi, sesuai regulasi Serie A, Nerazzurri menempati posisi keempat setelah unggul head to head atas Lazio karena pada pertemuan pertama di Milan berakhir imbang 0-0.

photo

Para pemain, pelatih, dan staf tim Inter Milan merayakan kemenangan atas Lazio.

Persaingan Juventus vs Napoli

Keberhasilan Inter lolos ke Liga Champions merupakan drama terakhir yang menyedot perhatian. Sebelumnya, sejak paruh kedua musim, para penggemar Serie A disuguhi kejar mengejar dua tim, Juventus dan Napoli. Persaingan yang sempat sengit pada empat pekan terakhir berakhir tragis untuk Napoli. I Partenopei tercecer akibat gagal memetik poin maksimal dalam laga-laga krusial akhir kompetisi.

Meski menyisakan satu pertandingan tersisa melawan Hellas Verona, Juve sudah lebih dulu memastikan gelar juara dengan mengumpulkan nilai 92, sementara Napoli hanya punya 88 angka. Bianconeri mampu memetik tiga poin pada pekan terakhir, begitu juga dengan Napoli. Ini jadi gelar ketujuh Juventus secara berurutan.

Konsistensi Juventus

Poin 91 yang diraih Napoli belum cukup mengantarkan mereka juara. Padahal, musim lalu, Juventus meraih scudetto dengan raihan poin serupa. Ini jadi bukti ketatnya persaingan juara musim ini, sekaligus betapa konsistennya Juventus.

Tim besutan Massimiliano Allegri hanya menelan tiga kekalahan dengan lima imbang. Sisanya, 30 kemenangan dari 38 pertandingan diraih. Paulo Dybala dan rekan setim membukukan 86 gol sepanjang musim 2017/2018. Pencapaian tersebut hanya terpaut tiga dari tim paling produktif musim ini, Lazio (89 gol). Napoli ada di tempat ketiga dengan total 77 gol.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Festival Panen Kopi Gayo

Rabu , 21 Nov 2018, 20:55 WIB