Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Spalletti Minta Pemain Inter Percaya Diri

Sabtu 24 February 2018 07:28 WIB

Red: Ratna Puspita

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti.

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti.

Foto: EPA/Fabio Murru
Inter Milan akan menjamu Benevento di Stadion Giuseppe Meazza, dini hari nanti.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN — Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti mengatakan timnya harus memiliki kepercayaan diri terhadap kekuatannya sendiri setelah menuai hasil buruk belakangan ini. Inter Milan akan menjamu Benevento pada lanjutan Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Ahad (25/2) dini hari WIB.

“Kami harus percaya pada kekuatan kita. Ini mengkhawatirkan saya dan membuat kami khawatir bahwa kami terkadang meninggalkan banyak hal dan tidak berjuang sampai akhir,” kata dia dilansir dari Football Italia, Sabtu (24/2).

Laga tersebut seharusnya bisa mudah dimenangkan oleh Nerazzuri. Namun, skuat asuhan Spalletti kerap menuai hasil tidak terduga pada beberapa pekan terakhir, termasuk ditahan imbang penghuni papan bawah, Crotone dan SPAL, dan kalah dari klub semenjana, Genoa, pekan lalu.

Nerazzurri memulai musim dengan kuat dan tampak seolah-olah mereka bisa masuk dalam pertarungan scudetto musim ini. Namun, Inter baru memenangi satu dari 12 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Kemenangan melawan Benevento, yang menghuni dasar klasemen Serie A Italia, akan menjadi modal positif bagi Inter. Apalagi, laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhir bagi Inter sebelum melakoni duel kontra rival sekota, AC Milan, pekan depan. 

"Kesulitan saat ini tidak hanya tanggung jawab salah satu anggota tim. Kami mengalami masa yang baik dan kemudian yang mengerikan. Semuanya terjadi karena keputusan yang kami ambil. Itu berarti kami yang harus menghadapi kesulitan ini,” kata Spalletti. 

Spalletti mengatakan jika Inter bisa melewati fase buruk ini sebagai sebuah tim maka kesulitan-kesulitan tersebut akan terasa lebih mudah. "Terkadang dalam latihan Anda bisa melihat sedikit keputusasaan setelah bola ditendang dengan buruk, Anda kehilangan tiga detik karena mengkhawatirkan sesuatu yang sudah hilang,” kata dia. 

Dia mengatakan tiga detik tersebut tidak hilang sia-sia. Tiga detik itu seharusnya bisa digunakan untuk memikirkan langkah berikutnya ketika kehilangan bola. “Lalu yang terpenting adalah profesionalisme, cara berperilaku, berpikir, ide yang kami miliki,” ujar dia.

Namun, Spalletti tetap menyimpan optimisme skuatnya akan bangkit. Pada sesi latihan pekan ini, dia melihat keinginan tim mencari solusi, dan kemauan bertanggung jawab. 

"Bahkan pagi ini saya melihat mereka bekerja dengan cara yang benar. Anda harus melangkah lebih dalam dan lebih dalam untuk mendapatkan reaksi yang diperlukan."

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA