Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Preview Liverpool Vs Chelsea; Demi Hindari De Javu

Ahad 14 Apr 2019 08:38 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Liverpool vs Chelsea

Liverpool vs Chelsea

Foto: Soccersoul
Kondisi Liverpool saat ini jelang menghadapi Chelsea sama dengan lima tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MERSEYSIDE -- Rasanya sulit untuk tidak menyinggung kegagalan Liverpool meraih titel Liga Primer Inggris pada musim 2013/204 silam jelang lawatan Chelsea ke markas Liverpool, Stadion Anfield, pada pekan ke-34 Liga Primer Inggris, Ahad (14/4) malam WIB. Apalagi, kondisi yang dihadapi The Reds pada musim ini, terutama dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris, tidak jauh berbeda dengan musim 2013/3014.

 

Pada saat itu, Liverpool tengah bersaing ketat dengan Manchester City dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris dan membutuhkan kemenangan di tiga laga sisa demi bisa mempertahankan posisi di puncak klasemen. Namun, kekalahan 0-2 dari Chelsea, yang diwarnai terpelesetnya Steven Gerarrd, pada pekan ke-36 musim 2013/3014 itu menjadi petaka buat The Reds dalam langkah memastikan gelar Liga Primer Inggris.

 

Di dua laga berikutnya, The Reds hanya mampu memetik empat angka lantaran ditahan imbang Cyrstal Palace, 3-3, dan menang 2-1 atas Newcastle United. Sejarah akhirnya mencatat, The Reds harus puas finis di peringkat kedua lantaran kalah dua poin dari The Citizen. Gelandang Liverpool, Jordan Henderson, masih ingat betul bagaimana kekecewaan The Reds pada akhir musim tersebut.

 

Henderson merupakan satu dari tiga penggawa Liverpool, selain Simon Mignolet dan Daniel Sturridge, yang masih tersisa di skuat Liverpool sejak kegagalan pada 2014 tersebut. Kendati begitu, gelandang timnas Inggris itu optimistis skuat Liverpool saat ini tidak mau dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kala menghadapi The Blues di Anfield.

 

Menurut dia, dibandingkan skuat pada 2013/2014, Liverpool saat ini lebih solid, terutama di lini pertahanan. Jika dibandngkan, pada musim 2013/2014, Liverpool tercatat kebobolan 50 gol di sepanjang gelaran Liga Primer Inggris. Namun, pada musim ini, Liverpool merupakan tim dengan pertahanan terbaik di kancah Liga Primer Inggris, dengan hanya kebobolan 20 gol dan hanya menelan satu kekalahan dari 33 laga.

 

"Saya masih merasa, kami bisa meraih trofi pada saat itu. Namun, sekarang kami memiliki tim yang jauh berbeda. Kami lebih solid dengan jumlah kebobolan lebih sedikit dari tim mana pun di kompetisi ini. Sekarang, kami harus bisa berkonsentrasi dengan permainan kami dan terus meraih kemenangan di sisa laga," ujar Henderson seperti dikutip PA Sports.

 

Hal senada diungkapkan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. Menurut pelatih asal Jerman itu, dalam lima tahun terakhir, The Reds telah mengalami peningkatan besar. Keberhasilan melangkah ke babak final Liga Champions musim lalu, ditambah dengan penampilan impresif di sepanjang Liga Primer Inggris musim ini, menjadi bukti perubahan tersebut.

 

Klopp pun menyebut, anak-anak asuhnya tidak lagi berpikir soal kekalahan dari Chelsea lima tahun lalu, tapi fokus pada mempertahankan konsistensi dan level permainan. Terlebih, The Reds tengah memasuki fase terakhir dari perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini.

 

Berada di peringkat teratas klasemen sementara, Liverpool memang mengantongi keunggulan dua poin dari City. Namun, dengan jumlah laga lebih banyak, The Reds mau tidak mau harus bisa terus memetik poin di lima laga pamungkas Liga Primer Inggris, termasuk saat menjamu The Blues di Anfield.

 

"Saat ini adalah fase terakhir dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris musim ini. Saatnya, kami memberikan semua apa yang kami punya, semangat bertarung, kemampuan teknik dan fisik. Kami telah membuktikannya sejak awal musim ini, dan dalam beberapa laga terakhir, tim ini terus menunjukan kedewasaan dan kematangan," ujar Klopp seperti dikutip dari the Guardian.

 

Komentar Klopp ini merujuk pada empat laga terakhir The Reds di Liga Primer Inggris. Dalam empat laga tersebut, tim lawan sempat bisa menyamakan kedudukan atau unggul terlebih dulu dari pasukan asal Merseyside tersebut.

 

Namun, Mohammed Salah dan kawan-kawan akhirnya mampu menutup laga dengan torehan tiga poin, termasuk saat tertinggal lebih dulu dan akhirnya bisa menang 3-1 atas Southampton, akhir pekan lalu.

 

Dari segi performa, Liverpool memang tengah berada dalam tren positif. Kemenangan 2-0 atas Porto di leg pertama babak perempat final Liga Champions, tengah pekan ini, merupakan kemenangan keenam The Reds secara beruntun di semua ajang. 

 

Semua ini rasanya menjadi modal yang cukup buat Liverpool untuk menghadapi Chelsea di Anfield, sekaligus memutus rekor buruk tidak pernah menang dalam enam laga kandang terakhir kontra The Blues.

 

Kendati begitu, bukan hanya Liverpool yang tengah berada dalam tren positif permainan. The Blues juga mampu kembali ke jalur kemenangan setelah dibekap Everton 0-2, pertengahan bulan lalu. 

 

Kemenangan 1-0 atas Slavia Praha di leg pertama babak perempat final Liga Europa, tengah pekan ini, mengantarkan The Blues memetik empat kemenangan beruntun di semua ajang.

 

Selain itu, tim asal London Barat itu juga memiliki misi tersendiri pada musim ini. The Blues tidak ingin melepaskan kesempatan untuk terus bersaing dengan Arsenal, Manchester United, dan Tottenham Hotspur, dalam memperebutkan dua posisi terakhir di zona Liga Champions pada klasemen sementara Liga Primer Inggris.

 

Telah memainkan 33 laga, atau satu partai lebih banyak dari pesaing terdekat di papan klasemen, Chelsea berada di peringkat ketiga dengan torehan 66 poin. Tim besutan Maurizio Sarri itu hanya mengantongi keunggulan dua poin dari Spurs, yang berada d peringkat keempat. Alhasil, torehan tiga poin menjadi incaran the Blues di Anfield.

 

The Blues memiliki pengalaman untuk melakukan hal tersebut. Chelsea tercatat menjadi timi pertama yang mampu memetik kemenangan di Anfield pada musim ini, tepatnya saat membekap Liverpool 2-1 di ajang Piala Liga Ingris, akhir Oktober silam. 

 

Satu-satunya tantangan yang tersisa buat Chelsea adalah terkait kebugaran dan kondisi pemain. Pasalnya, laga kontra Liverpool harus dilakoni The Blues setelah tiga hari tampil di pentas Liga Europa.

Kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta, menegaskan, target Chelsea di Anfield bukanlah untuk menghambat laju tuan rumah dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris, tetapi demi target mereka sendiri. '

"Kami tahu, mereka tengah berjuang dalam perebutan gelar. Namun, torehan poin sangat penting buat kami untuk finis di empat besar. Kami akan melawan tim yang kuat. Apa yang kami butuhkan saat ini adalah untuk mempertahankan soliditas seperti di laga-laga sebelumnya," ujar Azplicueta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA