Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Sarri Sulit Jelaskan Penyebab Kekalahan Chelsea dari Everton

Senin 18 Mar 2019 05:44 WIB

Red: Israr Itah

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri

Foto: EPA-EFE/Facundo Arrizabalaga
Chelsea tampil dominan pada babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang emas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Chelsea Maurizio Sarri tak habis pikir menyaksikan kekalahan timnya 0-2 dari Everton pada laga pekan ke-31 Liga Primer Inggris di Goodison Park, Liverpool, yang berakhir Senin (18/3) dini hari WIB. Chelsea tampil dominan pada babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang emas, namun kemudian kebobolan dua gol pada paruh kedua.

"Setelah babak pertama yang begitu bagus, tingkat motivasi sangat tinggi dan tingkat penerapannya sangat tinggi lalu tiba-tiba kami berhenti. Sangat sulit untuk dijelaskan," kata Sarri kepada BBC, seusai laga.

Baca Juga

Akibatnya, tim tamu gagal memanfaatkan keuntungan satu laga sisa lebih banyak dibandingkan tiga rival terdekat, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Andai menang, Chelsea naik ke posisi empat menggusur Arsenal dan hanya akan tertinggal satu angka dari Tottenham yang mengisi posisi  ketiga.

"Kami mungkin memainkan 45 menit terbaik pada musim ini dan kemudian tiba-tiba pada awal babak kedua kami berhenti bermain. Saya tidak tahu mengapa," kata Sarri.

Ia menampik ini masalah fisik. Sebab jika itu yang terjadi, kata dia, permainan Chelsea akan turun secara bertahap, tidak dalam satu detik.

"Sangat sulit bagiku untuk menjelaskan perubahan itu. Mungkin itu gangguan mental," kata dia

Chelsea mendominasi penguasaan bola pada babak pertama dengan percobaan Eden Hazard membentur tiang dan upaya Pedro dari jarak dekat gagal menghasilkan gol. Ketidakefektifan Chelsea di kotak penalti Everton dihukum empat menit setelah jeda saat Richarlison menyundul tendangan sudut untuk gol ke-13 musim ini.

Kesengsaraan Chelsea meningkat pada menit ke-71 ketika Richarlison dijatuhkan di daerah terlarang oleh Marcos Alonso. Gylfi Sigurdsson mencetak gol dari bola pantul atas penaltinya sendiri.

Kemenangan Everton mengangkat sedikit tekanan kepada pelatih Marco Silva. Tambahan tiga angka membuat Everton sementara menempati posisi 11 dengan nilai 40.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA