Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Chelsea Difavoritkan Taklukkan Tamunya

Sabtu 02 Feb 2019 19:37 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Didi Purwadi

 Chelsea takluk 0-4 dari AFC Bournemouth pada laga pekan ke-24 Liga Primer Inggris di Stadion Vitality, Kamis (31/1) dini hari WIB.

Chelsea takluk 0-4 dari AFC Bournemouth pada laga pekan ke-24 Liga Primer Inggris di Stadion Vitality, Kamis (31/1) dini hari WIB.

Foto: Andrew Matthews/PA via AP
Huddersfield Town menelan 10 kekalahan dari 11 laga terakhir Liga Primer Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Chelsea diuntungkan dengan status tuan rumah saat menjamu Huddersfield Town dalam laga pekan ke-25 Liga Primer Inggris pada Sabtu (2/2) pukul 22.00 malam WIB. Selain keuntungan dari faktor tuan rumah, performa buruk Huddersfield juga membuat Chelsea difavoritkan dalam memenangkan laga malam ini.

Dalam 11 laga terakhir di Liga Primer Inggris, The Terriers --julukan bagi Huddersfield Town-- menelan 10 kekalahan. Bahkan, dalam tiga laga terakhir di pentas Liga Primer Inggris, Huddersfield tidak mampu mencetak gol.

Berbagai torehan buruk ini pun sempat membuat manajemen Huddersfield menunjuk Jan Siewert menggantikan David Wagner sebagai pelatih tim utama. Sayangnya, partai debut Siewert sebagai pelatih Huddersfield justru berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Everton pada tengah pekan ini.

Namun, pelatih asal Jerman itu mengaku masih melihat hal positif dalam penampilan anak-anak asuhnya di laga tersebut. ''Poin pentingnya adalah kami bisa kembali ke permainan, meskipun mengawali laga dengan buruk,'' ujar Siewert seperti dikutip Examiner Live.

''Selain itu, kami masih bisa memberikan ancaman kepada tim yang posisinya jauh berada di atas kami,'' katanya. ''Dalam beberapa momen, kami masih bisa menguasai laga.''

Sementara, pelatih Maurizio Sarri masih tidak habis pikir terhadap penampilan Chelsea kala dibekuk Bournemouth 4-0 pada laga pekan ke-24 Liga Primer Inggris. Sarri menyebut ada sedikit masalah dengan kondisi mentalitas bertanding anak-anak asuhnya. ''Kami berhenti bermain sebagai tim, tapi sebagai 11 pemain yang berbeda,'' kata pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, kepada Sky Italia.

Untuk itu, Sarri menegaskan Chelsea akan kembali mempelajari ke dasar-dasar gaya sepak bola ofensif yang kerap disebut Sarriball. Gaya tersebut yang selama ini diterapkan Sarri di tim-tim yang pernah dibesutnya.

''Bahkan, kami sepertinya belum belajar dasar-dasar pergerakan atau fondasi dasar dari gaya sepak bola saya,'' tutur mantan pelatih Empoli tersebut. ''Kemudian, setelah itu, kami juga akan merubah beberapa hal.''

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA