Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Ronaldo Bawa Juventus Juara Piala Super Italia

Kamis 17 Jan 2019 02:41 WIB

Red: Israr Itah

Crsitiano Ronaldo (kanan) saat hendak menanduk bola untuk menjebol gawang AC Milan pada laga Piala Super Italia.

Crsitiano Ronaldo (kanan) saat hendak menanduk bola untuk menjebol gawang AC Milan pada laga Piala Super Italia.

Foto: AP Photo
CR7 lolos dari jebakan offside untuk menjebol gawang Milan yang dijaga Donnarumma.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Juventus menahbiskan status sebagai tim paling sering menjuarai Piala Super Italia. Nyonya Tua meraih gelar kedelapan setelah menaklukkan AC Milan 1-0 di King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (17/1) dini hari WIB.

Gol tunggal Juventus diciptakan sang bintang Cristiano Ronaldo. CR7 lolos dari jebakan offside untuk menjebol gawang Milan yang dijaga Gianluigi Donnarumma pada menit ke-61.

Jalannya laga

Milan tampak siap menghadapi laga ini setelah pertemuan terakhir kedua tim pada 12 November 2018 dimenangkan Juventus 2-0. Pelatih Gennaro Gattuso memasang Patrick Cutrone sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-3 diapit Hakan Calhanoglu dan Samu Castilejo. Ia mencadangkan Gonzalo Higuain yang dirumorkan akan hengkang ke Chelsea.

Sementara pelatih Juventus Massimiliano Allegri memasang trio Paulo Dybala, Cristiano Ronaldo, dan Douglas Costa di depan dengan formasi serupa.

Kedua tim berusaha mencari gol pembuka sejak awal. Juventus mendapatkan kesempatan melalui tendangan melengkung Douglas Costa yang melebar serta Joao Cancelo. Sementara sepakan Castillejo hanya terbang di atas mistar.

Bliase Matuidi membuka skor pada menit ke-34 untuk Juventus, tapi dibatalkan oleh wasit Luca Banti karena dianggap offside.

Tak lama di sisi lain, Wojciech Szczesny membuat penyelamatan apik untuk mengadang upaya Calhanoglu yang mendapatkan pasokan bola dari bintang baru Lucas Paqueta. Skor berakhir 0-0 pada babak pertama.

Awal paruh kedua, Rossoneri punya peluang lewat Cutrone setelah Miralem Pjanic membuat kesalahan operan. Tapi tendangan kaki kirinya melambung.

Para pemain Milan melanjutkan permainan disiplin menjaga daerahnya dari serbuan Juventus. NYonya Tua baru mendapatkan peluang perdana di babak kedua pada menit ke-59 saat akselerasi Ronaldo di sisi kiri dipungkasi dengan tendangan keras kaki kanan. Donnarumma yang dalam posisi siap berhasil menahan bola yang datang dengan keras.

Tapi dua menit berselang, Ronaldo benar-benar menjebol gawang Milan. Ia memaksimalkan Ricardo Rodriguez yang telat naik untuk lolos dari jebakan offside. Bola tandukannya tak dapat ditepis Donnarumma.

Beberapa saat kemudian, Juventus mencetak gol kedua lewat Dybala, tapi tak disahkan karena Matuidi yang meneruskan bola ke Dybala lebih dulu dalam posisi offside.

Gattuso membuat dua pergantian pada menit ke-71 dengan memasukkan Gonzalo Higuain menggantikan Castillejo dan Fabio Borini untuk Paqueta.

Tapi strategi bermain dengan dua penyerang ini langsung mentah dalam dua menit karena Franck Kessie dikartu merah. Banti melihat video assistant referee (VAR) sebelum mengeluarkan Kessie yang terlihat menginjak kaki Emre Can.

Juventus di atas angin karena selain unggul jumlah pemain, stamina para penggawa Milan terlihat semakin menurun. Skuat Rossoneri terlihat pasrah menanti Juventus datang ke kotak penalti mereka untuk mencoba melepaskan serangan balik. Tapi saat berhasil mematahkan serangan, bola operan awal tak sempurna sehingga kerap dicuri lagi oleh Juventus.

Namun jelang laga berakhir, Milan memiliki peluang. Lewat serangan dari sisi kanan, bola dialirkan ke depan gawang Juventus. Conti berusaha menyambutnya, tapi dihalangi oleh Can. Para pemain Milan meminta penalti, tapi Banti mengabaikannya. Ia juga tak merasa perlu melihat VAR, padahal terlihat gerakan Conti tertahan oleh sapuan Can. 

Allegri kemudian membuat dua pergantian terpaksa akibat cedera. Filippo Bernardeschi masuk pada menit ke-86 menggantikan Rodrigo Bentancur. Tiga menit berselang, Sami Khedira merumput menggantikan Costa yang terpincang-pincang. Juventus mendapatkan dua peluang sepanjang injury time lima menit, tapi tak bisa memaksimalkannya. Sementara Milan tak mampu membongkar pertahanan disiplin Juventus karena kerap salah dalam operan akhir yang menentukan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA