Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Ladeni Bournemouth, Liverpool tak Ingin Ulang Sejarah Kelam

Jumat 07 Dec 2018 22:43 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Juergen Klopp

Juergen Klopp

Foto: EPA-EFE/ETTORE FERRARI
Liverpool masih bersaing secara langsung dalam perebutan titel Liga Primer Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, BOURNEMOUTH -- Memasuki pekan ke-16 Liga Primer Inggris musim ini, sejarah sepertinya berulang buat Liverpool. The Reds menghadapi situasi yang kurang lebih sama dengan musim 2016/2017.

Tiga tahun lalu pada periode yang sama, Liverpool tengah berjuang untuk bertahan di persaingan di tiga teratas klasemen sementara. Namun, kekalahan mengejutkan, 3-4, dari Bournemouth menyebabkan The Reds turun satu peringkat, dari peringkat kedua ke peringkat ketiga.

Padahal, pada saat itu Liverpool telah unggul dua gol terlebih dahulu dari The Cerries. Namun, di akhir laga, pasukan Merseyside harus gigit jari dan gagal memetik poin penuh dari kandang Bournemouth. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri rentetan 11 laga tidak terkalahkan Liverpool pada saat itu.

Musim ini, situasi yang dihadapi Liverpool serupa. Pun dengan lawan yang akan mereka hadapi, yaitu Bournemoth. Liverpool akan melawat ke markas Bournemouth, Stadion Vitaly, pada pekan ke-16 Liga Primer Inggris, Sabtu (8/12) malam WIB. Tiga angka menjadi bidikan tim besutan Juergen Klopp dari laga tersebut.

The Reds tentu tidak mau kehilangan poin agar bisa terus bersaing dengan Manchester City di dua posisi teratas klasemen sementara. Hingga pekan ke-15, The Reds berada di peringkat kedua dan hanya mengantongi selisih dua poin dari City, yang masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 41 poin.

Kemenangan 3-1 atas Burnley, pada tengah pekan ini, memperpanjang asa Liverpool untuk bisa bersaing secara langsung dalam perebutan titel Liga Primer Inggris. Kemenangan atas Burnley itu memberi semangat baru buat The Reds. Pasalnya, dalam laga tersebut, Liverpool sempat tertinggal satu gol pada menit ke-54.

Namun, finalis Liga Champions musim lalu itu bisa bangkit dan sukses memborong tiga gol ke gawang Burnley. Kematangan permainan dan kekuatan mental bertanding para penggawa Liverpool akhirnya benar-benar teruji di laga tersebut. Ini menjadi modal bagus buat Liverpool jelang lawatan ke markas Bournemoth.

Jordan Henderson dan kawan-kawan tentu tidak mau sejarah kelam, saat dikalahkan The Cherries, tiga tahun lalu, terulang kembali pada musim ini. Aspek mentalitas bertanding ini yang disoroti pelatih Liverpool, Juergen Klopp, pasca laga kontra Burnley.

''Saat kami tertinggal, kami berusaha untuk terus bangkit. Sejak awal, kami bertekad untuk bisa menang di laga ini, dan kami berhasil melakukannya. Reaksi yang kami tunjukan di partai-partai ini seperti selalu menjadi reaksi yang spesial. Reaksi yang diberikan para pemain benar-benar sempurna,'' tutur Klopp seperti dikutip NBC, tengah pekan ini.

Dalam laga kontra Burnley itu, Klopp memilih untuk mengistirahatkan sejumlah pemain andalan Liverpool, seperti Sadio Mane dan Georginio Wijnaldu. Mohammed Salah dan Roberto Firmino pun baru masuk pada babak kedua sebagai pemain pengganti.

Namun, untuk laga kontra The Cherries, pelatih asal Jerman itu agaknya akan kembali menurunkan skuat terbaik the Reds, dengan Salah, Firmino, dan Mane, yang turun sebagai starter.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA