Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Klopp: Saat Ini Manchester City Klub Terbaik di Inggris

Kamis 16 Agustus 2018 05:00 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Juergen Klopp

Juergen Klopp

Foto: AP Photo/Rui Vieira
Ia enggan melepaskan status Liverpool sebagai tim underdog dalam perburuan gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Liverpool menjadi salah satu tim yang diprediksi mampu berbicara banyak di Liga Primer Inggris setelah mendatangkan begitu banyak pemain pada jendela transfer tengah tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan penampilan meyakinkan di laga perdana, saat tim besutan Juergen Klopp itu membungkan West Ham United 4-0, akhir pekan lalu.

Kendati begitu, pelatih Liverpool Juergen Klopp menyebut juara Liga Primer Inggris musim lalu, Manchester City, tetap sebagai tim terbaik di daratan Inggris saat ini. Namun, status City tersebut justru meningkatkan motivasi Klopp dan Liverpool untuk bisa mengalahkan tim besutan Pep Guardiola tersebut.

Tidak hanya itu, pelatih asal Jerman itu pun enggan untuk melepaskan status Liverpool sebagai tim underdog dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris. ''Saya tidak pernah menginginkan tim terbaik atau pemain-pemain terbaik. Apa yang paling membuat saya tertarik adalah mengalahkan tim terbaik. City adalah tim terbaik di Inggris saat ini. Jadi tujuan kami adalah mengalahkan City sesering mungkin,'' kata Klopp kepada France Football seperti dikutip Express, Rabu (15/8).

Sebenarnya, pada musim lalu Liverpool mampu menjadi tim yang paling sering mengalahkan City. Bahkan, dalam empat pertemuan terakhir, Jordan Henderson dan kawan-kawan selalu berhasil mengalahkan the Citizens. Termasuk, saat kedua tim bertemu dalam ajang tur pra-musim di Amerika Serikat pada akhir bulan lalu.

Tidak hanya itu, selain City, Liverpool menjadi salah satu tim paling atraktif dan agresif pada Liga Primer Inggris musim lalu. The Reds mampu mencetak 135 gol, meski harus puas finis di peringkat keempat. Sementara di Liga Champions, the Reds mampu melaju hingga ke babak final.

Terkait gaya permainan di lapangan, pelatih yang terkenal dengan gaya sepak bola Gegenpressing ini mengakui, penguasaan bola bukan segalanya dalam upaya memenangkan sebuah laga. Hal ini berbeda dengan pendekatan yang dilakukan dua rivalnya, Pep Guardiola di Manchester City dan Unai Emery di Arsenal, yang cenderung berusaha menguasai permainan lewat penguasaan bola.

''Buat saya, penguasaan bola bukan segalanya, yang terpenting adalah bagaimana kami bisa menghasilkan sesuatu dari situ. Melawan Burnley, dua tahun lalu, kami menguasai bola sebanyak 82 persen, tapi akhirnya kami kalah 0-2. Keputusan saat menguasai bola yang menjadi pembeda,'' kata Klopp.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES