Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Ian Wright Nilai Kekurangan MU Ada di Kolektivitas Permainan

Rabu 14 March 2018 14:27 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Hazliansyah

Ian Wright

Ian Wright

Perbedaan kedua tim lebih pada kerja sama antarpemain

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Berbagai komentar muncul usai kegagalan Manchester United menembus perempatfinal Liga Cahmpions. United disisihkan Sevilla lantaran kalah agregat 1-2, Rabu (14/3) WIB dinihari.

Pengamat sepakbola Inggris, Ian Wright turut mengomentari situasi iblis merah. Ia menilai kekuarangan pasukan Old Trafford terletak pada kolektivitas permainan.

Ia berandai-andai jika Paul Pogba dan rekan-rekan dilatih Josep Guardiola, hasilnya bakal berbeda. Guardiola dinilainya berhasil mengubah permainan Manchester City layaknya Barcelona.

"Ketika anda melihat City, mereka sangat kolektif. Jika anda memantau individu pemain United, sama bagusnya dengan para pemain City," kata Wright, mengutip dari Sky Sports, Rabu (14/3).

Mantan penggawa Arsenal ini berpendapat, perbedaan kedua tim lebih pada kerja sama antarpemain. Ia yakin, kubu iblis merah bisa tampil dominan dalam sebuah pertandingan jika strateginya demikian.

"Jika mereka bertukar pelatih, saya yakin United akan melakukan apa yang saat ini City lakukan," ujar Wright.

Ia melihat para jugador Manchester United lebih senang memainkan bola daripada cenderung bertahan. Ia mencontohkan sosok seperti Paul Pogba, Marcus Rashford, dan Anthony Martilal lebih menikmati permainan jika konsisten menyerang.

"Begitulah, tentunya semua ingin bermain, karena terlihat menyenangkan," tutur Wright.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Raut Sedih Suporter Argentina

Sabtu , 23 June 2018, 03:30 WIB