Tuesday, 11 Zulqaidah 1439 / 24 July 2018

Tuesday, 11 Zulqaidah 1439 / 24 July 2018

Mourinho: Dewa-Dewa Sepak Bola Melindungi City

Senin 11 December 2017 13:09 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi / Red: Ratna Puspita

Jose Mourinho (kiri) dan Pep Guardiola (kanan).

Jose Mourinho (kiri) dan Pep Guardiola (kanan).

Foto: EPA-EFE/Nigel Roddis

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester United (MU) Jose Mourinho begitu kesal dengan kekalahan yang diterima timnya ketika menjamu Manchester City pada laga pekan ke-16 Liga Primer Inggris 2017/2018, Senin (11/12) dini hari WIB. Pada laga di Old Trafford tersebut, MU kalah 1-2 dari tim tamu.

Banyak hal yang membuat Mourinho kesal. Pertama soal gol-gol City yang lahir dari David Silva dan Nicolas Otamendi. Gol-gol itu menurut Mourinho lahir dari kesalahan timnya yang tak layak terjadi. Para prosesnya, kedua pemain tersebut mencetak gok setelah striker MU Romelu Lukaku melakukan blunder ketika membuang bola di kotak penalti sendiri.

Kedua, Mourinho menilai wasit berat sebelah dengan banyak menguntungkan City. Satu keputusan yang paling menyulut kontroversi adalah perbedaan sikap wasit kepada gelandang MU Ander Herrera dan striker City Gabriel Jesus. Herrera dikartu kuning karena dianggap melakukan diving. Sedangkan Gabriel terbebas dari hukuman serupa padahal melalui tayangan ulang terlihat dengan jelas pura-pura terjatuh di dalam kotak 16 MU untuk mendapatkan hadiah penalti.

Ketiga, City dianggap Mourinho tak layak menang karena langsung 'menghentikan' permainan sejak 10 menit waktu sisa. Hal ini mengacu kepada sikap para pemain City yang dengan sengaja menendang bola ke arah penggawa-penggawa MU agar si kulit bundar memantul keluar. Pada momen tersebut, City sudah unggul 2-1.

"Gol-gol mereka sangat mudah. Mereka juga memainkan kreativitas dengan memilih buang-buang waktu. Tapi yang paling utama adalah soal kepemimpinan wasit Michael Oliver yang membuat kesalahan," kata Mourinho dikutip dari laman resmi MU, Senin (11/12).

Namun, bukan Mourinho namanya jika tak bersikap santai meski sedang dirundung kesal. Pelatih asal Portugal ini mengatakan, City bisa menang karena punya kekuatan tambahan selain kualitas tim.

"Seolah dewa-dewa sepak bola sedang berdiri di belakang mereka. City dilindungi oleh keberuntungan," kata Mourinho.

Atas hasil laga ini, City semakin melebarkan jarak di puncak klasemen dengan 46 angka. Jumlah tersebut terpaut 11 dari MU yang ada di posisi kedua.

Namun, Mourinho tak mau buru-buru melempar handuk putih. Pelatih yang sudah mencicipi gelar juara Liga Super Portugal, Liga Seri A Italia, La Liga Spanyol, dan Liga Primer Inggris ini menegaskan, City masih bisa dikejar.

"Jarak yang mereka buat tentu jadi keuntungan. Tapi akan tiba saat sebuah tim kehilangan angka dan itu juga bisa terjadi kepada mereka," kata Mourinho.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES