Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Mourinho Akui Tugas Moyes Berat Saat Gantikan Ferguson

Senin 26 Desember 2016 07:30 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih David Moyes.

Pelatih David Moyes.

Foto: AP Photo/Scott Heppell

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Jose Mourinho menyebut David Moyes harus membayar mahal keputusannya bergabung dengan Manchester United (MU) pada masa lalu. Sebab, saat Liga Primer Inggris ketika itu disebutnya mulai menjadi sangat kompetitif. 

"Ada generasi dan dalam periode tertentu, saat David datang, situasinya tak begitu mudah untuk menuju kemenangan. Pada saat yang sama, saya kira Liga Primer berubah, tidak ada lagi dominasi hingga saat ini," kata Mourinho dikutip dari ESPN, Senin (26/12).

Ia mengakui, pekerjaan Moyes sebagai pengganti pelatih legendaris Sir Alex Ferguson berat. Tapi, Mourinho menegaskan, skuat yang dimiliki MU saat itu punya kualitas yang sudah terbukti dengan tradisi juara,

"Saya tak keberatan berada di klub dengan harapan sangat besar, tapi punya Ryan Giggs dan Chicharito (Javier Hernandez) dan (Nemanja) Vidic masih dalam tim, (Patrice) Evra juga....saya tak berkeberatan," kata Mourinho.

MU akan menjamu Sunderland di Old Trafford pada laga Boxing Day, Senin malam ini. Jelang duel ini, Moyes sempat curhat tentang penyebab kegagalannya menangani MU pada 2013. Moyes yang diangkat sebagai pelatih pada Mei 2013, dipecat pada April 2015. Ia mengatakan, MU gagal mendatangkan beberapa pemain yang diinginkannya pada bursa transfer.

"Jadi saya kira itu hanya momen buruk dalam karier David dan dia harus melakukan seperti yang saya lakukan, seperti kami lakukan, terus melangkah. Dan, dia telah melakukannya," jelas pelatih Portugis ini.

Setelah dipecat MU, Moyes menangani Valencia di Spanyol dan kembali gagal. Sekarang, ia kembali ke Liga Primer Inggris, tapi Sunderland saat ini masih berada di papan bawah. Menurut Mourinho, semua yang telah dijalani Moyes menjadi pengalaman berharga buatnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES