Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Friday, 17 Zulhijjah 1441 / 07 August 2020

Lelucon Terbaik Manchester United

Ahad 15 Jan 2012 11:37 WIB

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Didi Purwadi

Gelandang Manchester United, Paul Scholes, merayakan golnya ke jala Bolton Wanderers di laga Liga Primer Inggris di Old Trafford, Manchester, Sabtu (14/1).

Gelandang Manchester United, Paul Scholes, merayakan golnya ke jala Bolton Wanderers di laga Liga Primer Inggris di Old Trafford, Manchester, Sabtu (14/1).

Foto: AP/Tim Hales

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER - Awalnya, seluruh publik Inggris menganggap "comeback"-nya Paul Scholes sebagai salah satu lelucon sepak bola. Publik Inggris merujuk peristiwa di Old Trafford pada 5 Agustus 2011 lalu. Saat itu pemain yang dijuluki The Ginger Princes ini berderai air mata di akhir laga uji coba melawan New York Cosmos. Air mata yang disertai lambaian tangan itu jadi bagian dari seremonial Scholes yang menyatakan pensiun dari dunia sepak bola.

Hanya berselang lima bulan dari laga perpisahan kontra New York Cosmos tersebut, publik Inggris dibuat terbelalak matanya begitu Scholes melakukan pemanasan di Stadion Etihad kandang Manchester City. Scholes membuat kejutan dengan kembali dari purnabakti di laga piala FA antara United lawan City.

Tawa publik Inggris pun pecah kala Scholes melakukan blunder di debut keduanya. Blunder yang mengakibatkan gol kedua City.

Tidak pelak United dan Scholes jadi korban lelucon publik. Bahkan di situs jejaring sosial Twitter, Scholes tidak hentinya jadi korban bully. "Apakah MU sudah benar-benar tidak memiliki uang sehingga harus membangkitkan Scholes dari kuburnya?," tulis salah satu pengguna twitter.

Hampir selama dua hari, nama Scholes menjadi pembicaraan utama situs mikroblogging tersebut. Dan pada Sabtu (14/1), Scholes kembali mencatatkan namanya sebagai bahan perbincangan dunia. Semua tidak terlepas dari golnya yang membuka kemenangan United atas Bolton 3-0 dalam lanjutan Liga Premier Inggris.

Gol itu pun disusul aksi Danny Welbeck dan Michael Carrik. Sang lelucon pun kini menjadi ancaman utama seluruh Inggris Raya. Bersama Scholes, United kembali menemukan keseimbangan di lini tengah. Itu terbukti dengan angka penguasaan bola di akhir laga kontra Bolton yang mencapai di atas 65 persen. Sebuah rekor dominasi lini tengah yang belum pernah dicapai United di lima laga terakhirnya.

Kehadiran Scholes pun mampu membuat penyerangan United tampil menyengat dengan total 11 peluang emas di laga lawan Bolton. Sumbangsih Scholes ini akhirnya mampu mengakhiri rekor dua kekalahan beruntun Iblis Merah di Liga Premier.

"Dia adalah pemain hebat. Tapi, media menuliskan hal negatif tentang comeback-nya. Saya kira itu adalah ketakutan orang-orang semata yang masih tahu dia adalah pemain fantastis," ujar pelatih Manchester United, Alex Ferguson, seperti dikutip BBC.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA