Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Gagal di Piala AFF 2018, Bima Sakti Siap Mundur

Kamis 22 Nov 2018 14:27 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Indonesia Bima Sakti (kedua kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Timor Leste, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Pelatih Indonesia Bima Sakti (kedua kiri) memberikan instruksi dalam sesi latihan menjelang laga lanjutan Piala AFF 2018 melawan Timor Leste, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Sampai hari ini belum ada permintaan dari PSSI agar Bima mundur dari kursi pelatih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim kepelatihan nasional (timnas) sepak bola Indonesia siap jika diminta mundur. Pelatih kepala Bima Sakti Tukiman menyatakan, dirinya bertanggung jawab atas kegagalan skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Bima akan menerima segala konsekuensi dari kegagalan yang dialami skuat Merah Putih. “Kalau memang PSSI memutuskan untuk meminta kami (tim kepelatihan) mundur, kami siap,” ujar Bima usai latihan bersama timnas Indonesia di Lapangan Madya, Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (22/11).

Namun, kata Bima, sampai hari ini belum ada permintaan dari federasi sepak bola nasional agar dirinya hengkang dari kursi kepelatihan. Ia menegaskan, kesiapan dirinya jika diminta mundur bukan masalah.

Menurut Bima, apa pun keputusan PSSI demi kemajuan prestasi timnas Garuda, ia komitmen menjalaninya. “Harapannya ke depan, kalau (PSSI) mengganti pelatih, asing ataupun lokal, saya dan kita bersama, termasuk media harus tetap mendukung,” ucapnya.

Bima pun meminta agar pelatih timnas mendatang punya program kerja jangka panjang yang lebih baik. Ia mengakui, sepak bola Indonesia memang tertinggal jauh di belakang negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Mantan kapten timnas Indonesia era 1990-an itu, menambahkan, Indonesia harus meniru pembangunan sepak bola di Thailand atau Vietnam. “Kita lihat mereka timnasnya terbentuk dari usia paling dini. Itu yang membuat mereka lebih baik, dan punya dasar yang bagus,” sambung dia.

Kesiapan Bima mundur terlontar setelah timnas Indonesia dipastikan tak lolos fase grup Piala AFF 2018. Meski masih punya satu laga tersisa kontra Filipina pada Ahad (25/11), namun hasil laga nanti tak memengaruhi peringkat skuat Garuda di Grup B. Timnas Indonesia, kalau pun menang, maksimal ada di peringkat keempat. Sementara penyisihan Piala AFF cuma mengantarkan tim peringkat satu dan dua dari masing-masing grup ke babak semifinal.

Kegagalan Indonesia di Piala AFF tahun ini memperpanjang paceklik prestasi. Di Piala AFF, Indonesia lima kali menembus fase final. Namun tak pernah berhasil juara. Terakhir, pada Piala AFF 2016, timnas Indonesia berada di peringkat kedua. Sedangkan nasib tak lolos fase grup tahun ini, menjadi yang keempat kalinya dialami Indonesia. Skuat Garuda pernah mengalami kegagalan di fase grup pada Piala AFF 2007, 2012, dan 2014.

Terkait kegagalan tahun ini, Bima mengatakan dirinyalah yang bertanggung jawab dan patut untuk disalahkan. Ia pun memohon maaf kepada masyarakat sepak bola di Indonesia atas kegagalan ini. "Dan saya sebagai pelatih bertanggung jawab. Saya pun akan menerima segala konsekuensinya dan akan menerima apapun yang akan diputuskan PSSI,” jelas dia.

Pelatih 42 tahun itu menambahkan, meski timnas Indonesia sudah dipastikan tak lolos fase grup. Namun, masih ada satu laga kontra Filipina, akhir pekan nanti.

Desakan agar Bima mundur dari kursi kepelatihan saat ini memang belum muncul. Akan tetapi, pada Rabu (22/11), anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa menegaskan, dewan internal akan segera mengevaluasi tim kepelatihan nasional setelah kegagalan di Piala AFF.

Evaluasi tersebut, kata Gusti, termasuk menyorongkan agenda pergantian kepelatihan. “Ganti,” jawab Gusti saat ditanya apakah Exco PSSI berencana kembali bersidang, untuk mengganti tim kepelatihan timnas Indonesia.

Akan tetapi, ungkapan Gusti tersebut sampai hari ini belum diputuskan. Pergantian pelatih memang mengharuskan melewati forum Exco PSSI.

Penunjukan Bima sebagai pelatih timnas Indonesia pun pada September lalu lewat keputusan Exco PSSI yang digelar mendadak. Bima mendapat kepercayaan Exco PSSI sebagai pelatih menggantikan peran Luis Milla Aspas yang diputus kontraknya usai kegagalan timnas Indonesia menembus fase semifinal Asian Games 2018, Agustus lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA