Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Gomez Minta Pemain Persib Hindari Kartu Kuning

Kamis 08 Nov 2018 12:27 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Pelatih Persib Bandung Pelatih Mario Gomez (kiri).

Pelatih Persib Bandung Pelatih Mario Gomez (kiri).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Setidaknya ada 10 pemain telah mendapat 4, 6, dan 8 kartu kuning sepanjang Liga 1.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung menargetkan sapu bersih pada lima sisa laga Liga 1. Maung Bandung saat ini masih berharap menjuarai kompetisi Liga 1.

Namun, beberapa pemain rentan terhadap kartu kuning. Setidaknya, ada 10 pemain yang telah mendapat empat, enam, dan delapan kartu kuning di sepanjang Liga 1.

Pelatih Persib Mario Gomez menyoroti permasalahan ini. Ia meminta para pemain tidak takut bermain karena menghindari pelanggaran karena akan mendapatkan kartu kuning. Menurutnya, untuk menjaga kehilangan pemain, Persib harus mengurangi tidakan yang tidak perlu yang justru dapat merugikan. 

"Jangan bertengkar dengan wasit atau tidakan lain. Jangan lakukan pelanggaran yang dapat merugikan," kata Gomez di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (6/11). 

Gomez mencontohkan yang terjadi pada gelandang Oh Inkyun. Inkyun terpaksa keluar lebih cepat akibat dua kartu kuningnya di pertandingan kontra Bhayangkara FC, pekan lalu. Ia mendapatkan kartu kuning kedua karena beradu mulut dengan Alsan Sanda.

"Kalian selalu bilang soal kontrol emosi, tapi nyatanya itu tidak mudah. Dia dua kali dilanggar. Tidak mungkin Inkyun berkelahi tanpa alasan," jelas Gomez.

Dia mengetahui pemainnya bukan orang yang mudah terpancing emosi. Jika emosinya bertambah, itu merupakan sesuatu yang hanya terjadi di lapangan dan tidak dibawa ke luar lapangan.

"Beberapa kali mereka bisa menahan emosi, tapi jika Inkyun sampai bisa begitu karena apa? Tidak asal yang berbicara soal itu, hanya berkomentar kenapa Inkyun bisa dapat dua kartu kuning," jelas Gomez.

Kini, Gomez berharap seluruh tim Liga dapat menyelesaikan kompetisi dengan baik. Dia menyerahkan segala yang terjadi di lapangan sudah menjadi keputusan pengadil lapangan.

"Keputusan kembali pada wasit dan akhirnya Komdis PSSI yang akan memutuskan (sanksi). Jika dia berkelahi tanpa alasan it's ok (kartu merah), tapi lihat kenapa sampai bisa dia lakukan hal itu," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA