Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Babak I, Indonesia Kesulitan Bongkar Pertahanan Taiwan U-19

Kamis 18 Oct 2018 20:00 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Hazliansyah

Striker Timnas Indonesia U19 Egy Maulana Vikri (depan) dibayangi pesepak bola Timnas Yordania U19 Hadi Omar Ahmed pada pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Jawa Barat, Sabtu (13/10). Timnas Indonesia U19 menang 3-2.

Striker Timnas Indonesia U19 Egy Maulana Vikri (depan) dibayangi pesepak bola Timnas Yordania U19 Hadi Omar Ahmed pada pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Jawa Barat, Sabtu (13/10). Timnas Indonesia U19 menang 3-2.

Foto: Sigid Kurniawan/Antara
Skor babak pertama masih imbang 0-0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum ada gol yang terjadi saat laga penyisihan Grup A Piala AFC U-19 2018 antara timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan U-19. Kedua kesebelasan melewati babak pertama dengan hasil imbang tanpa gol atau 0-0 saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Kamis (18/10).

Saat laga, para pemain Indonesia sebetulnya dominan menyerang ke lini pertahanan lawan. Para pemain Taiwan dibuat bertahan dan nyaris tak diberi kesempatan melakukan serangan. Tercatat, lebih dari delapan kali upaya para pemain Garuda mengintimidasi lini pertahanan Taiwan. Namun, para penggawa tamu berhasil menutup semua celah agar tak kebobolan.     

Pelatih Indra Sjafri mengandalkan formasi 4-3-3 dalam laga perdana kali ini. Striker Rafli Mursalim ditemani dua gelandang sayap Witan Sulaeman dan Saddil Ramdhani. Gelandang Egy Maulana Vikri menjadi motor serangan di posisi gelandang tengah.

Pelatih Von Cha-num melawan dengan terapan formasi bermain 4-4-1-1. Striker Wang Chung-yu berada di lini depan. Ia dibantu gelandang serang Will Donkin.

Penggawa Indonesia langsung menekan di awal laga. Baru menit pertama gelandang bertahan Muhammad Luthi Baharsyah melepas sepakan ke gawang lawan. Sayang, aksi spekulasinya cuma membentur dinding luar jala Taiwan.

Pada menit kedua, striker Rafli Mursalim sempat membuat gol. Namun, hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Serangan dari sayap kiri oleh Witan Sulaiman pada menit keempat, cepat menekan lini pertahanan lawan. Tetapi, upaya membuka keunggulan oleh tuan rumah belum berhasil.

Taiwan mendapat peluang pertama pada menit ke-13. Gelandang Wu Yen-shu, mencoba mematangkan umpan dari Will Donkin di lini tengah. Tetapi, tendangan Yen-shu dari luar kotak 16, melambung tinggi ke luar lapangan.

Skor masih 0-0 sampai menit ke-15. Kerja sama gelandang sayap Saddil Ramdhani dan Egy Maulana Vikri pada menit ke-17 kembali membuat lini pertahanan dan kiper Taiwan Li Guan-pei kelimpungan. Namun, aksi dua pemain tersebut juga belum mampu membuka keran gol.

Lutfhi Mursalim kembali melepas tendangan keras dari jarak jauh pada menit ke-21. Sepakannya akurat mengarahkan bola ke gawang lawan. Namun, kiper Guan-pei masih tangguh.

Saddil Ramdhani kembali melepas umpan lambung ke depan gawang pada menit ke-25. Ada Rafli Mursalim yang menunggu di depan gawang. Namun, kiper Guan-pi berhasil mencegat bola di udara. 

Aksi Egy pada menit ke-32 mengobrak-abrik pertahanan Taiwan. Ia berhasil melewati tiga kawalan pemain bertahan sampai berhadap-hadapan dengan kiper lawan. Tapi, aksi pemain Lechia Gdanks tersebut juga patah.

Tekanan dari Rafli Mursalim pada menit ke-35 melepas sepakan ke arah gawang. Lagi-lagi kiper Guan-pei melakukan penyelamatan. Papan skor masih tanpa gol saat pelatih Von, menarik satu beknya pada menit ke-37. Fong Shao-chi, digantikan Karl Hu Jafferson.

Lima menit sebelum turun minum, para pemain Garuda Muda makin gencar menyerang. Dua kali skema serangan para pemain tuan rumah membuat Taiwan tak mampu mengembangkan permainan. Tetapi, sampai menit ke-45, tetap saja upaya membuka keunggulan gagal.

Tambahan satu menit dari waktu normal, juga tak mampu membuka keunggulan. Sampai tanda rehat, Taiwan menahan Indonesia tanpa gol.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA